
Seperti di mana pun juga dalam satu negara setiap kota pasti berbeda karakter budaya dan bahasanya. Di München sendiri ada perbedaan yang sangat mencolok antara pusat kota yang jantungnya berada di Marien Platz dengan daerah pelosok pedesaannya.


Kalau hari ini hari minggu,
nggak masalah cuaca bagus atau sebaliknya,
ada uang di kantong minimal 1 euro,
suka seni, desain atau sekedar cuci mata,
dan kebetulan anda sedang ada di kota München,
sebaiknya kunjungi tempat ini...
karena kalau hari biasa tiket masuk lebih mahal, bisa 6 kali lipat.
Kata orang hari minggu adalah hari istirahat, senang-senang, piknik, menyenangkan pikiran dan perasaan, yang bukan orang buta tentu juga penglihatan..
Untuk yang tidak biasa jalan kaki sebaiknya warming up dulu untuk menghindari cedera otot karena ada 3 buah Pinakothek (die alte, die neue, der moderne) yang luasnya minta ampun!! tapi kalau memaksa ngebut apresiasinya bisa kelar juga tiga-tiganya.
Untuk yang benci jalan jauh alias juga olahraga tapi masih ingin menikmati karya-karya bagus bermutu dari seniman kelas ikan paus, jangan khawatir disewakan kursi lipat kecil, ringan ditenteng selama mencoba memahami makna karya...seni..rupa....
Hari minggu di kota München tempat belanja lebensmittel tutup semua!! yang buka cuma pom bensin, jadi percuma kalau hari itu digunakan untuk nimbun bbm, mahal!!
Beraneka ragam museum berserakan rapi di kota München, sebuah kebijakan yang bijak dari penguasa kota untuk mendorong warganya guna memanfaatkan hari minggu dengan rekreasi rohani murah ketika ritme survival disimpan sampai hari senin besoknya....
Bagi anda yang kebetulan sedang tidak berada di München, bisa ikut menikmatinya di akun flickr-ku sampai terjadi sebuah kebetulan itu.
salam budaya


Cling!!...akhirnya aku, kau...kita ada...
Ilmu pengetahuan telah mengajarkan, kita berasal dari pembuahan sperma laki-laki di dalam rahim perempuan melalui proses yang tak terjelaskan kenapa bisa?
Ilmu agama menjelaskan kepada kita kalau manusia atau kita tentunya berasal dari lempung, yang setelah ditiupkan ruh oleh Tuhan maka hiduplah sebagai khalifah dunia.
Tetapi yang tak terjelaskan namun juga merupakan kepastian adalah bahwa tiupan pertama kali yang menghidupkan itu adalah juga yang terakhir kalinya. Jadi sekali lagi sudah dipastikan kalau pada akhirnya habis juga ruh hasil tiupan Tuhan itu.
Nah ya kalau dihitung-hitung durasi tiupan Tuhan itu paling banter 100 tahun, itupun sangat jarang terjadi. Walaupun ada juga yang bertahan lama sampai 125 tahun seperti kakek buyut saya. Bosan juga kalau hidup tahan lama sementara yang lain sudah tak ada lagi mirip highlander. Hidup yang kesepian jadi lebih sepi lagi.
Karya ini merupakan renungan kembali sudahkah kita menggunakan durasi yang begitu singkat ini untuk kehidupan semesta? walaupun kita sebenarnya lebih kecil dari debu sekalipun, kita adalah ada. Dan ada itu ikut mempengaruhi keadaan seluruhnya.