Friday, 18 January 2013

dalam sebuah Seminar

Mengenang peritiwa satu tahun yang lalu,  ketika aku masih kuliah sejarah seni di Universitas Trier. Pada sebuah seminar yang aku ikuti tentang Adolph Menzel, seniman jerman yang banyak membuat karya tentang industrialisasi dan kaisar Friedrich der Große, tokoh yang dianggap bisa menyatukan Jerman pada jamannya, yang kebetulan tahun itu juga diperingati 100 tahun kelahirannya, ada seorang Mahasiswi peserta Seminar, pas hari ulang tahun si kleiner Fritz bawa snack dengan bendera kertas kecil berlogo burung Adler hitam, mirip burung Garuda, yang ditancapkan di atasnya, sebagai menu pembuka seminar hari itu...
sehr süß!
Tapi sebenarnya si Friedrich der große ini lebih terkenal dengan program pertaniannya yaitu budidaya Kentang! sejak itu kentang menjadi makanan yang penting untuk orang jerman. Oleh karena itu pula si kaisar yang kontroversial ini disebut pula kaisar kentang. Di atas makamnya di Postdam selalu ditaruh butiran kentang untuk menghormati jasa beliau.
Bicara tentang Friedrich der Große tak bisa lepas dari seniman Adolph Menzel. Seniman yang sejak umur belia 12 tahun telah mampu mandiri menghidupi keluarganya dengan karya grafisnya.
s.m.

Saturday, 12 January 2013

Hai Ahoi Halloooo..
Akhirnya saya kembali ke München lagi, setelah setahun mengembara di kota Karl Marx, Trier.
Tahun ini 2013, tahun yang menjanjikan..
: janji untuk rajin berkarya, janji rajin posting Blog, janji bikin sesuatu yang baru lagi...
Aah semoga semangat ini bukan hanya sekedar ngobor Blarak!
salam metal!
s.m

Wednesday, 2 May 2012

selamat hari raya!


Hari ini adalah selasa yang istimewa, tanggal 1 mei karenanya. Di jerman juga di beberapa negara yang lain setiap tanggal 1 mei telah sejak lama diakui dan ditetapkan sebagai hari libur nasional pun international dan angka di kalender pasti tercetak merah. Hari inilah hari rayanya kelas pekerja. Untuk itu sudah seharusnya di negara kita tercinta Indonesia raya yang mayoritas penduduknya adalah dari kelas pekerja adalah wajar jika setiap 1 mei ditetapkan sebagai hari libur resmi nasional. Jika untuk mengakui satu hari saja sebagai harinya para buruh cukup ribet, mudah dibayangkan bagaimana kondisi kelas pekerja di bumi pertiwi yang kaya raya ini. Dengan terpaksa mereka mengais rejeki di negeri orang, yang terkadang tak ada perlindungan yang wajar, malah dimanfaatkan saudara sebangsa sendiri. Banyaknya kasus yang menimpa TKI menandakan belum optimalnya fungsi negara untuk melindungi warganya. Buruh yang berani bicara malah diintimidasi bahkan tak segan dihabisi nyawanya setelah memakai kekerasan ekonomi tak mempan. Sementara yang lain sengaja dibuat mengambang bingung, sehingga tak ada jalan lain selain menuruti kehendak kuasamodal yang dikabarkan sebagai takdir yang tak terelakan dari langit.

Setiap 1 mei kita kembali diingatkan bahwa ternyata keadaan masih belum memihak pada kelas pekerja, walaupun sudah tak separah seperti masa orde baru, tapi bagaimanapun setiap masalah harus dicarikan solusi. Perlu perjuangan untuk itu, setiap perjuangan butuh energi penggerak. Namun yang tak kalah penting adalah kemauan dari kelas pekerja sendiri, yang mempunyai kekuatan yang sesungguhnya, untuk menentukan kapan saatnya mereka ingin perubahan. Sudahkah kita, kelas pekerja tahu betul kekuatan posisi tawar yang kita miliki? Sudahkah kita, kelas pekarja terorganisir rapi seperti organisasi para pemilik modal?

Bicara soal pergerakan buruh tak akan bisa lepas dari keberadaan tokoh yang satu ini, adalah Karl Marx, tokoh yang kita kenal dengan jenggotnya yang sangat lebat. Sepak terjangnya bersama Friedrich Engels telah memicu revolusi proletar di eropa sebelum perang dunia pertama dan masih sangat berpengaruh sampai sekarang, bahkan di negara kita orang pun masih malu-malu untuk sekedar membicarakannya. Karl Marx masih dianggap hantu bagi sebagian kalangan, bahkan para pembacanya dianggap pengikut setan yang halal darahnya. Bernasib buruk diakhir hidupnya, mati di pembuangan jauh dari tempat kelahirannya. Tapi semangatnya terus menyala turun menurun sepanjang masa.

Kali ini aku mau ajak kawan-kawan sejenak untuk melihat kota kelahiran Mbah Jenggot ini. Trier nama kota itu sekarang, posisinya berada di pinggir sungai mosel dan berbatasan langsung dengan Luxemburg, adalah kota tertua yang dimiliki negara Jerman. Kota ini adalah salah satu pusat pemerintahan kekaisaran terakhir jaman romawi, yang pada tahun 284 masehi dibagi 4 wilayah pemerintahan. Tiga kota lainnya adalah Milan (Italia), Thessalonike (wilayah negara balkan) dan Nikomedia (Izmir, Turki).


Jejak-jejak peninggalan kejayaan jaman romawi masih sedikit banyak bisa kita saksikan. Salah satunya adalah Porta Nigra (Gerbang Hitam), yang dibangun pada tahun sekitar 180 masehi. Bangunan ini dulunya adalah pintu gerbang bagian utara kota Augusta Treverorum (nama kuno Trier). Selain sebagai jalur lalu lintas, juga merupakan tempat jebakan bagi musuh. Di tengah bangunan ini terdapat atrium yang di bagian atas dikelilingi balkon. Dari balkon tersebut para penjaga kota menumpahkan aspal cair yang panas mendidih ke rombongan pengacau atau penyerang yang mau memasuki wilayah kotapraja. Tidak heran jika batu kapur material utama banguan ini semakin legam warnanya, gara-gara terkena bekas cipratan aspal tir. Kemudian namanya pun berganti menjadi Porta Nigra alias gerbang hitam sejak jaman pertengahan. Secara fonetik kata Trier punya kemiripan dengan tir, entah ada hubungannya atau tidak perlu penelitian lebih lanjut.
  
Pada jaman pertengahan atau sering disebut sebagai jaman kegelapan di eropa, porta nigra menjadi bagian dari sebuah gereja, yang dibangun menempel dengan bangunan lama. Sekarang bangunan gerejanya sudah tak ada lagi, yang masih tersisa adalah bangunan asli gerbang yang tetap  kokoh berdiri sampai saat ini.
 

Porta Nigra menjadi saksi bisu jatuh bangunnya kota Trier serta masyarakatnya. Sejak jaman tak bersinyal kekaisaran romawi merambat ke jaman pertengahan yang didominasi gereja dan institusinya terus kemudian ke jaman reformasi kristen Martin Luther, terus invasi dari Perancis lewat Napoleon Bonaparte sampai revolusi proletar yang mengharu biru dunia eropa, kemudian dilanjutkan dengan dua babak perang dunia yang sampai akhirnya pada era modern sekarang jamannya aifon dan blekberi Porta Nigra si gerbang gosong itu tetap bisa tegap berdiri. walaupun pembangunannya tidak menggunakan teknologi yang modern. Keberadaannya seolah mau berteriak kepada siapa saja yang memandangnya: Jangan lupakan sejarah kawan dan belajarlah dari sana, kamu akan bisa bertahan dan mampu melewati masa-masa sulit yang menimpamu!!

Mengamati Porta Nigra yang kokoh menjulang tinggi, yang sejak tahun 1986 telah diakui sebagai warisan dunia oleh unesco dan sekarang menjadi maskot kebanggaan kota Trier, membuatku mau tak mau untuk membayangkan situasi jaman kuno dulu beserta orang-orangnya, tentu juga si kecil Karl Marx sebelum janggutnya tumbuh lebat, dia pasti pernah bermain-main dengan teman sebayanya di sekitar tempat ini. Masa lalu yang menarik untuk dibayangkan tapi mustahil dapat diulangi lagi.

Masih banyak jejak peninggalan jaman romawi di kota ini yang sangat menarik untuk dikabarkan, tapi tunggu sampai episode berikutnya.sm


Saturday, 10 September 2011

Praha episode 2


Kunjungan yang kedua kali ke Praha, kota tua yang unik dan menarik, lebih mempesona daripada Paris bahkan atau kota tua semarang, adalah teramat sangat istimewa!!



Aku bertemu kawan-kawan lama yang di satu tempat, yang pasti akan sulit untuk diulang lagi, terlebih kami bisa bertemu langsung dengan Pak Yono, salah satu dari sekitar 400 mahasiswa pada tahun 1965 dicabut paspornya oleh Orde baru yang benar-benar baru waktu itu.


Moment pun tak boleh terlewatkan!! apalagi generasi baru telah ikut beraksi...Aruna!


Jalan-jalan ke kota tua lagi adalah menu wajib apalagi cuaca bagus!


Maklum kota turis, berlagak jadi turis tak terlewatkan!


Trotoar yang sepi dari pedagang kaki lima tapi ramai batu rai berjejer rapi...


 Terminal bus floren yang sepi dari pedagang asongan dan calo tiket...


Pengamen pun tampaknya malu untk unjuk gigi di tempat ini...


Bus pun melenggang santai tanpa harus menunggu para timer yang berteriak kasih bocoran kalau bus yang lain mau nyundul!!



Akhirnnya cuma bisa berharap lagi bisa datang ke tempat ini lagi...

s.m

Wednesday, 6 July 2011

Penonton Kecewa!

Hari ini di Marien Platz digelar acara besar-besaran, musik live concert dengan artis-artis dari ibukota Jerman(mungkin..hehe!)panggung dibuat semegah mungkin, lampu kelap-kelap, warna-warni, lengkap dengan sound system yang menggelegar! panitia telah mempersiapkan diri sejak minggu-minggu terakhir... diatas kepala-kepala penonton yang kebanyakan turis yang ingin melihat atau sekedar berada di jantung kota münchen ramai-meriah terlihat busa sabun yang berbentuk-bentuk aneka ragam berterbangan, mengisyaratkan kota ini telah siap menjadi pula sangat pantas menjadi tuan rumah olimpiade musim dingin 2018!!
Siang yang hangat mendekati terik tak terhiraukan oleh semua orang, tak perlu topi apalagi payung dan jaket brukut untuk melindungi warna kulit seperti manusia di tanah air. Sinar ultraviolet benar-benar dirayakan! Bila perlu tambah krem kulit coklat biar semakin terasa bekas terbakarnya..
Sedikit melirik ke arah panggung yang sedang main musik rock.. mungkin ACDC..atau ABCD.. pokoknya yang jelas rock lamalah.. ku tak sempat lagi ikut merayakan kerumunan siang tadi, karena tugas belajar telah memanggil-manggil.
Sampai di kelas obrolan soal pesta penyambutan di pusat kota pun tak terhindarkan, tentunya pakai bahasa jerman yang gaul alias tak perduli tata bahasa.. hehe.
Seorang kawan cerita ada temannya yang tinggal di daerah olympia centrum, yang dulu dipakai olimpiade 1972 yang legendaris dengan tragedi terornya, telah mendapat surat pemberitahuan dari yang berwenang yang berisi, bahwa setelah nanti kota münchen atau munich(inggris) terpilih jadi tuan rumah olimpiade 2018, dia harus segera pindah atau dipindahkan, karena tempatnya akan dibangun stadion khusus untuk pesta olahraga 4 tahunan itu.
Kawan yang cerita itu tak kurang-kurangnya juga membawa lembaran koran yang khusus diterbitkan untuk acara negara-negara 4 musim itu, isinya pasti juga tentang acara yang diprediksi akan berlangsung sukses sesukses piala dunia 2006 silam, lengkap dengan denah atau peta di 3 tempat, karena selain di kota juga di gelar di lereng pegunungan alpen, tak lupa pula rancangan-rancangan stadion dan infrastruktur beserta anggaran biayanya, yang akan baru dibangun dengan setelah benar-benar pasti terpilih jadi tuan rumah!
Seorang kawan yang lain bahkan dengan bangganya memperlihatkan gelang karet biru yang bersablonkan logo olimpiade yang sedang dirapatkan di afrika selatan sana!
Obrolan semakin seru sambil nyamil kue wortel bikinan sendiri, oleh kawan yang satunya.
Sekolah selesai jam 5 sore, tepat waktu pengumuman rapat yang diselenggarakan di negaranya pak Nelson Mandela, setelah absen di toilet sebelum jalan ke stasiun bawah tanah, tak terpikir lagi soal olimpiade masa depan yang sedang heboh!
Sampai di rumah lihat berita di tivi, para peonton kecewa! bukan pula itu para utusan dari bavaria tampak tangis-tangisan di afrika selatan.
Pilihan sidang dewan juri jatuh ke korea selatan...
Masih beruntung para penonton masih ada hiburan piala dunia perempuan yang sedang berlangsung.
sm

Friday, 29 April 2011

April segera berakhir!

Musim semi harapan bangsa empat musim di planet bumi
ditandai meriah warna warni bunga yang tiba-tiba ada begitu saja
datangnya hangat sinar matahari semakin nyata di depan mata pula di rasa kulit
April  adalah pancaroba, kata orang sini: man weiß nicht, was er will...
Cuaca yang masih labil kadang hangat menyenangkan tapi tiba-tiba dingin menakutkan, kemudian tahu-tahu hujan salju lagi, bahkan kerikil hagel es yang belakangan terjadi juga di tanah air alhasil jika genteng rumah tak tahan pukulan alamat celaka! 
berikutnya datang dengan semena-menanya angin ribut yang riuh rendah!
tak lupa pula hujan deras sering terjadi di bulan yang penuh muslihat ini. 
Tapi walaupun begitu kacaunya organisasi cuaca di bulan april, yang jelas orang tetap tertawa bahagia, satu karena banyak bunga di mana-mana! tentu saja untuk orang yang tidak alergi serbuk sari yang berterbangan memenuhi udara musim semi. Lenguhan hatschyie!! tak jarang terdengar di mana-mana.. Pancaroba menampakkan kekuasaannya...


 Kalau di tanah air kita pergantian siang dan malam adalah waktu yang sangat berbahaya, di sanalah kekuasaan pancaroba mencoba merongrong kekuatan fisik manusia, makanya oleh orang tua jaman dulu ketika candik ala orang harus berada di dalam rumah. Kebijaksanaan yang terselip dalam mitos warna kuning keemasan dunia sore hari yang beracun, anehnya aku malah senang sekali dengan suasana itu. Menurutku dunia jadi lain dari biasanya, semuanya menjadi kuning keemasan, jalanan, pohon, genting bahkan udara walau hanya sebentar saja jadi tak sepatutnya keindahan diabaikan.
Pun seandainya betara kala siap menerkam kita...

Alasan kedua kenapa april begitu menyenangkan adalah ada waktu dua minggu di bulan ini untuk libur sekolah, bagi yang masih lahap mengenyam bangku sekolahan, sementara yang lain senang dengan perayaan Ostern dengan kelinci dan telurnya!
Coklat manis berbentuk kelinci  berkalung  lonceng emas menjadi bagian penting  perayaan yang  diadopsi dari kebiasaan purba. Telur ditiup isinya, digambari ornamen, digantung di sana-sini sebagai hiasan. Dua itu adalah simbol kesuburan. Katanya binatang yang jadi maskot majalah parno ini bisa hamil susulan sementara hamil yang pertama belum sempat  dilahirkan...
Keranjang-keranjang kecil yang dideko seperti sarang burung berisi susuatu yang manis-manis disembunyikan untuk kemudian dicari lagi, permainan yang cukup menjadi hiburan di kala cuaca tak menentu.
Mungkin karena begitu bervariasinya bulan ini, tak terasa berlalu dengan cepatnya!
Tahu-tahu sudah hampir  Mei ..sementara ada deadline sebuah kompetisi seni grafis yang layak diikuti berakhir tepat awal bulan depan yang tinggal 1 hari lagi....hah!!
sm

Saturday, 5 March 2011

Kuburan

Yang hidup pasti nanti akan mati, tapi yang mati apa akan hidup? aku tak tahu..yang jelas yang telah mati masih akan terus menyita ruang dan waktu yang masih hidup!

Kuburan adalah tempat istirahat yang telah mati, selalu penuh dengan cerita misteri yang mengasyikan! Terutama bagi para penakut yang mencoba melawan ketakutannya sendiri atau pun yang sengaja membagi rasa takutnya ke orang lain demi mengurangi beban mental pengecut.

Kuburan di kota Paris sungguh berbeda!
Ada beberapa kompleks pekuburan yang bahkan telah jadi tujuan wisata, terutama sekali yang terdapat kijing-kijing, yang menyimpan abu atau tulang-belulang para tokoh yang tersohor seantero jagat.
Pere Lachaise dan Montparnasse adalah dua pemakaman yang sempat aku ziarahi tahun kemarin. Di depan pintu masuk pemakaman yang mempunyai jam besuk tertentu itu, terdapat papan nama permanen denah lokasi, yang akan memandu pengunjung menemukan kuburan sang tokoh dari masa lalu. Selain itu juga ada brosur saku yang bisa diperoleh di pos penjaga. Selanjutnya berjuang sendiri membacai nama-nama yang terpahat di batu nisan penuh nuansa seni berderet-deret rapi kuburan yang sejuk dan angker tapi tak menakutkan!

Sudah aku duga sebelumnya!
Kalau kijing yang satu ini pasti lebih ramai peziarahnya daripada yang lainnya.
Adalah makam pemuda flamboyan yang mati muda, 27 tahun, vokalis grup musik dari tahun 60-an, yang baru aku kenal musiknya ketika dimainkan band lokal di panggung penutupan ospek ISI tahun 1999.
Saat itu sebagai generasi yang terpontang-panting mengejar ketinggalan larinya om jaman modern selepas reformasi di tanah air, ku terpesona dengan musik aneh yang begitu menghipnotis! Tak pernah ku dengar sebelumnya musik yang begitu intensiv mengaduk-aduk batas antara kenyataan dan impian, tanpa tahu musik siapakah itu!!?
Setelah itu bertubi-tubi tanpa kendala masuk ke kepalaku, cerita-cerita tentang kehebatan band itu di masa lalu berikut dengan efek sampingnya.


Begitu mendalamnya di hati para fans, selalu digelar sebuah acara setiap tahun bertempat di sekeliling pusara pemuda yang mati gara-gara over dosis itu, semacam tahlilan tapi cara lain tentunya. Ada yang performance, musik, baca puisi, dan grafitti atau cuma ngobrol dan lain-lain. Demi mengurangi aksi vandalisme yang juga menimpa nisan-nisan yang lain, pihak yang berwajib telah menaruh pagar besi mengelingi pusara pentolan band The Doors itu.
Mungkin orang-orang yang ditanam di sekitar kuburan Jim Morrison akan merasa iri dan benci bahkan kalau masih bisa bersuara tentu akan protes!! hii...

Tapi image kuburan yang menegakkan bulu kuduk itu, lambat laun runtuh digerogoti oleh band kocak dari tanah air, dengan lagu hitnya lupa-lupa ingat!
Seorang kawan suatu ketika memakai t-shirt hitam kelam berhias band metal dari new york KISS!, siapa pun yang mengaku rocker, groupies atau generasi yang tumbuh di era 80an pasti mengenal grup band hard rock yang didirikan 1973 dengan personil yang selalu memakai bedak itu, tapi malang tak dapat ditolak oleh kawanku, ketika anaknya yang baru masuk SD berkomentar, lho kok bapak punya kaos band KUBURAN!!?...