Sunday, 17 October 2010

Delft 1


Delft, sebuah kota tua antara Den Haag dan Rotterdam, sangat indah sekali. Bangunan kecil-kecil antik rapat berderet-deret berdesakan menuju langit, pelukis Jan Vermeer dulu tinggal di kota ini. Yang menarik selain itu adalah kanal-kanal yang mengepung kota, hampir setiap gang dipisahkan oleh kanal-kanal dengan jembatan lengkung artstitik sebagai penghubung. Permukaan air kanal mengalir pelan seperti tak bergerak, sekitar 15-20 cm lebih rendah dari jalan, dan berwarna hijau lumut. Tak terlihat seorang pun sedang memancing, kecuali sepeda-sepeda yang berjejer parkir di pinggiran kanal. Setiap tahun, cerita kawanku, pemerintah kota Delft membersihkan kanal dari sampah..Sepeda!!(yang oleh orang iseng dilemparkan ke dalam kanal).
Walaupun demikian, bahkan ketika musim hujan pun tak pernah terjadi banjir di kota ini!!??
Beberapa jendela rumah yang berada di pinggir kanal terlihat hampir menyentuh permukaan air kanal menjadi bukti kuat dari cerita kawanku tentang tidak ada permasalahan banjir di kota yang sebagian besar adalah area fußgängerzone ini.
Aku mau tak mau harus angkat topi mengagumi teknologi dari bangsa yang sampai beberapa keturunan pernah menguasai tanah air kita. Yang jadi pertanyaan dalam batin ini kemudian:
kenapa ilmu mengatur air ini tidak diwarisi(kan) oleh(pada) orang kota kita, terutama tentu yang sedang pegang kekang kendali...??
sm

Tuesday, 12 October 2010

Frida Kahlo dan Palu Arit (tahap 2)


..akhirnya bergeser sedikit demi sedikit, kami sampai di ujung tangga menuju lantai atas, namun masih juga menunggu penjaga yang sungguh necis perlente memberi isyarat untuk naik tangga dari marmer ke arah kanan, karena yang ke arah kiri menuju ruang pameran yang lain, adalah seniman kontemporer dari Kopenhagen: Olafur Eliasson yang artinya Olafur anaknya Elias, walaupun karyanya lebih up to date pula kontemporeeeer.., pengunjung lebih tertarik untuk melihat pamerannya seniwati dari meksiko, ini terbukti dari tidak ada antrian sebatang pun yang menuju ke arah kiri, ke arah ruang yang memajang karya-karya seniman kontemporer Denmark itu.

Agak lama juga kami berdiri di depan tangga marmer, memperhatikan penjaga yang aktif dengan HT-nya, mungkin sedang brik-brik-an dengan koleganya di pintu keluar untuk memantau jumlah pengunjung yang sudah keluar, sebagai referensi pertimbangan jumlah pengunjung yang boleh menaiki tangga...isyarat itu akhirnya datang juga, aku dan berturut-turut tidak sampai sepuluh orang di belakangku dipersilahkan untuk naik ke atas, kemudian lagi-lagi masih antri juga di atas undak-undakan, yang karenanya membelok sepanjang dinding ruangan, kami bisa melihat antrian di lantai bawah, yang tetap saja seperti tak ada ujungnya, padahal jam besuk pameran terbatas, cuma sampai jam 8 malam. Sedangkan kami pun belum memasuki ruangan, tanda waktu sudah jam 3 sore lebih!! bisa dibayangkan betapa pendeknya kesempatan untuk melahap seluruh hidangan karya dengan sepenuh jiwa.

Mendekat ke arah pintu masuk...di sebelah kiri terdapat stand penjaga, yang menyediakan alat mirip remote control, lebih besar dari pisang ambon, terdapat tombol-tombol dan speaker, gunanya untuk memperdengarkan informasi terkait. Baru kali ini aku melihat alat yang seperti itu karena biasanya terdapat earphone-nya, tapi yang ini kita harus menempelkan alat itu ke telinga, mirip sedang menelepon seseorang, namun tak halo-halo..
Di depan lobang masuk ruang pameran, yang tampak gelap dari luar, terdapat dua orang penjaga, laki dan perempuan yang sudah tua, aku menduga mereka bukan sekedar penjaga biasa melainkan petugas yang sangat berkompeten dan sudah berpengalaman bertahun-tahun pula telah tercerahkan ratusan bahkan ribuan karya seni yang singgah di Gedung Martin Gropius ini. Dua penjaga itu dengan sopan dan elegan mengamati pengunjung yang sedang berdiri antri, grapyak menyapa antrian paling depan, matanya tetap awas kalau-kalau ada yang membawa sesuatu yang dilarang ke dalam ruang pamer. Waktu itu ada pengunjung yang kedapatan membawa tas ransel. Penjaga yang sudah tua tadi menyuruh perempuan itu turun lagi untuk menitipkan tasnya di Garderobe lantai dasar. Masih untung dia tetap diberi urutan antrian yang sama ketika datang lagi sambil menenteng isi tas ranselnya tadi..Laptop. Kemungkinan seorang jurnalist atau mahasiswa yang dapat tugas menulis tentang sebuah pameran, karena begitu masuk ruang pameran, jari-jarinya langsung bekerja memencet-mencet tuts huruf di keyboard laptopnya.

Kami pun masuk....
cahaya remang-remang menyambut, lampu spot diarahkan ke lembaran-lembaran kertas putih di dinding, berisi penjelasan, kronologi juga curicullum vitae sang seniwati dalam dua bahasa: deutsch dan english. Suasana hening, semua sibuk membaca dalam hati, kalaupun ada yang berbicara pasti bisik-bisik mirip di ruang perpustakaan yang sebenarnya. Aku pun ikut-ikutan membaca, dengan mengerutkan kening kukerahkan aji level grundstufe ke empat...lumayan, lebih dari 50 % kira-kira bisa ku mengerti tulisan yang banyak sekali ..sch-nya itu.

Frida Kahlo dilahirkan tanggal 6 juli 1907 di Coyoacan, Meksiko city, yang kemudian olehnya sendiri tahun kelahirannya digeser ke tahun 1910, tepat dengan tahun revolusi Meksiko!
Leluhur dari garis ayah berasal dari pengembara Jahudi Hongaria yang menetap di daerah Baden Baden, Jerman. Kakeknya, Jakob Heinrich Kahlo lahir 1819 di Frankfurt, menikah dengan Henriette Kaufmann dari Pforzheim. Wilhelm bapaknya Frida merupakan anak ke tiga pasangan itu, berturut-turut Herminie, Marie, Wilhelm, ketika melahirkan anak ke empat: Carolina, Henriette neneknya Frida meninggal dunia pada usia 38 tahun! Rupanya sang kakek tak tahan sendirian, dikelilingi anak yang masih kecil-kecil, akhirnya tiga tahun kemudian dia kawin lagi dengan ludowika Rahm. Besar kemungkinan inilah yang menyebabkan Wilhelm muda, 18th, melalui pelabuhan Hamburg bertolak merantau ke Meksiko dan tak pernah kembali lagi ke Jerman sampai ajalnya.
Di Meksiko nama Wilhelm disesuaikan dengan bahasa spanyol menjadi Guillermo. Umur 22 tahun Guillermo menikah dengan Maria Cardena, namun 4 tahun kemudian istrinya meninggal dunia, meninggalkan 2 anak. Tak lama pula keluarga baru dibangunnya bersama Matilde Calderon anak seorang photografer. Dari istri yang kedua inilah lahir anak ke tiga yang berjudul: Magdalena Carmen Frieda Kahlo Y Calderon. Ketika Frida lahir itu bapaknya sudah terkenal sebagai fotografer seni, yang berarti bukan sembarang tukang foto.
Ketika Kahlo tua yang di jerman meninggal dunia, terjadi keributan soal warisan, kendati demikian Guillermo tetap memperoleh bagian wajib yang minimum, dipakainya lah uang warisan itu untuk membangun sebuah rumah di Coyoacan, yang oleh Frida kemudian dindingnya dicat warna biru indigo untuk melawan roh-roh jahat!! Semenjak itu terkenal dengan sebutan Casa Azul-Rumah Biru dan sekarang jadi Museum Frida Kahlo.

Beranjak ke ruangan berikutnya, dipajang foto-foto yang merunut para leluhur seniwati, foto kakek-neneknya, masa kecil, dewasa dan saat-saat terakhir sebelum kematiannya. Foto-foto yang tergantung memenuhi ruangan itu, katanya baru pertama kali ini dipublikasikan secara komplet dalam sebuah pameran. Sangat beruntung Eropa memiliki kelembaban udara yang bersahabat dengan material terlebih bahan kertas yang ringkih di alam tropika, sehingga peninggalan karya fotografi sebelum perang dunia I masih sangat terawat.

Selanjutnya kami memasuki ruangan yang memajang karya-karya sang seniwati yang mengundang decak kagum, dimulai dengan lukis potret dirinya.
Seperti telah anda semua ketahui, Frida mengalami kecelakaan maut pada umur 18 tahun, yang mengharuskannya tetap berada di atas tempat tidur dalam jangka waktu yang lama, karena tulang belakangnya remuk sehingga perlu dipasang batang platina sebagai penyangga dan memakai korset dari Gips! Untuk mengusir kejenuhan, ayahnya memberi peralatan melukis, yang kemudian menjadi jalan hidupnya. Lukisan telah menjadi alasan yang serius pada diri Frida untuk bertahan hidup!!.
Terlampau banyak juga tulisanku nanti walaupun hanya menyebut satu persatu judul karya yang dipajang, sekitar 150 karya, jadi ku langsung menuju ruang berikutnya yang berisi karya-karya yang bertema surealis, tidak mengherankan juga pengaruh surealisme sangat kuat karena memang ketika Frida anjangsana ke eropa, tepatnya di kota Paris dia berteman akrab dengan tokoh-tokoh surealisme, macam Andre Breton, Max Ernst, Paul Eluard, Joan Miro, Yves Tanguy dan Wolfgang Paalen. Sebuah lingkungan yang sangat mendukung kelanjutan karir kesenimanan tentu saja, apalagi masih terdapat deretan nama tersohor lain yang berada di lingkungan itu, seperti Picasso, kandinsky dst. Ketika di paris, Frida menghibahkan satu karyanya untuk museum louvre, yang pertama kali seniman dari meksiko.
Ruangan berikutnya memajang karya-karya sketsa, yang menurutku sebagai periode bingung, antara belajar gambar bentuk dan abstrak, namun begitu tetaplah karya yang sangat penting untuk melihat sejarah perjalanan seorang yang terkenal dengan sebutan Popstar des Schmerzen.
Ruangan berikutnya memajang koleksi benda-benda milik Frida, seperti Baju adat meksiko yang telah dimodifikasi sedemikian rupa olehnya sendiri, dan yang menarik pula patut diceritakan adalah korset dari bahan gips yang telah menyangga tubuhnya selama proses penyembuhan tulang belakang.
Bagi anda yang telah menonton film Frida yang diperankan Salma Hayek, tentu masih ingat ketika pacarnya pamitan mau ke Eropa dalam jangka waktu tak terbatas, Frida menggambari korset gipsnya dengan gambar kupu-kupu.. tak lebih, ketika aku melihat korset Gips yang sebenarnya di ruang pamer ini, berdesir jantung ini tandanya aku lahir dari jaman orde baru. Tepat di tengah-tengah bagian dada adalah gambar Palu Arit berwarna merah yang telah sedikit pudar.
Gambar palu dan arit yang merupakan simbol persatuan buruh dan petani, sejatinya telah dipakai sejak meletusnya revolusi Bolshevik 1917, namun baru tahun 1922 secara resmi dipakai sebagai lambang partai komunis. Di tanah air gambar ini merupakan sebuah aib, barang siapa ketahuan mempunyai atau menyimpannya akan segera berurusan dengan yang berwajib! lebih ngeri lagi jika ketahuan yang tidak berwajib alias yang partikelir. Sampai sebegitu paranoidnya sebagian masyarakat kita bahkan menganggap gambar Palu dan Arit adalah lambang dari alat-alat yang dipakai untuk menyiksa para jendral dan penentang PKI..hiii..ngeriiii...
Benar juga ucapan A.H. Nasution, Seorang Jendral yang selamat dari penculikan gerakan 30 september, peristiwa yang masih tetap berselimut kabut sampai sekarang, dalam sebuah film, yang dulu ketika aku masih dalam masa pertumbuhan adalah tontonan wajib setiap tahun di TVRI, bahwa: Fitnah lebih kejam dari pembunuhan! yang apabila dibalik: Pembunuhan tidak lebih kejam daripada fitnah!!! ...wah yang ini lebih ngeriiii lagi....
ok deh... daripada bulu kuduk semakin tegak berdiri, aku sudahi dulu tulisan ini.

Mungkin akan bersambung....
sm




Wednesday, 22 September 2010

Frida Kahlo dan Palu Arit (tahap 1)


Pagi itu di ibukota Jerman dinginnya minta ampun padahal sudah memasuki musim panas, ditambah hujan gerimis yang semakin bikin malas untuk aktivitas. Tapi kami memutuskan untuk tetap jalan-jalan karena waktu berkunjung di kota ini terbatas jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Setelah sarapan roti dan kopi wajib, sambil pegang peta yang semakin lama kucel sobek berlobang di bagian lipatan sebagai petunjuk jalan.
Seperti di Ibukota negara lainnya, di Berlin banyak sekali pameran seni rupa. Mengunjungi pameran senirupa adalah suatu hal wajib bagiku apalagi ditunjang dengan cuaca yang galau dingin gerimis meresahkan, orang jerman bilang Saukalt!!(ibunya babi dingin artinya).
Dari berbagai alternatif akhirnya pilihan jatuh ke pamerannya Frida Kahlo, seniman perempuan dari Meksiko, istrinya kamerad Diego Rivera. Dengan pertimbangan kalau mengunjungi museum nasional lain kali juga bisa karena permanen tapi pameran almarhum Frida Kahlo ini hanya temporer yang telah susah payah mengumpulkan koleksi karyanya yang tersebar dari berbagai museum atau perorangan dari berbagai negara...mungkin, jadi mumpung ada kesempatan jadi wajib ngain hukumnya!
Akhirnya sampai juga di halte S-Bahn yang menurut peta butut kami dekat dengan lokasi pameran. Ternyata benar tapi kami datang dari arah belakang gedung pameran yang melewati parkiran mobil berderet rapat, setelah membelok ke samping kanan gedung menuju pintu depan...ya ampun antriannya buk!! ..sekitar 50 meter dari pintu masuk!!mungkin lebih juga karena aku hanya kira2 aja, habis nggak bawa meteran..
Rupa-rupanya gara-gara cuaca yang jelek seperti ibunya babi itu orang mengalihkan tujuan darma wisatanya ke dalam gedung yang hangat alias nonton pameran. Atau aku bisa juga salah paham karena ini menjadi bukti kalau mendiang Frida Kahlo ini memang seniman perempuan paling terkenal saat ini, jadi wajar kalau mau lihat karyanya aja harus antri..
Kami langsung ikut masuk berjejer dalam barisan yang hampir tidak bergerak!menyusul kemudian sudah banyak yang mengekor di belakangku. Lamaaa.. sekali tunggu di luar hampir 2 jam penuh dalam suasana basah dan kedinginan, selama tunggu kadang aku bergantian dengan pacarku untuk lihat sudah atau masih sejauh mana pintu masuk berada. Sampai-sampai 20 meter dari pintu masuk ada yang berjualan kopi dan roti hangat untuk mengusir dingin dan kejenuhan. Alhasil tempat sampah kecil di pinggir jalan tidak muat lagi, orang dengan terpaksa meletakkan begitu saja sampahnya didekat atau mencoba membuat konfigurasi setinggi mungkin di atas tempat sampah yang telah overload.
Hampir saja kami urungkan niat untuk pergi ke tempat lain karena pertimbangan efektifitas waktu tinggal kami di kota ini. Sudah lewat tengah hari belum dapat sesuatu, namun akhirnya kami bertahan karena untuk melihat dengan mata kepala sendiri karya-karya nyonya Rivera ini setelah sekian lama hanya mengenalnya lewat reproduksi dalam buku.
Akhirnya sampai juga di pintu masuk yang aturannya mirip yang terjadi di Jogja Gallery kalau ada pembukaan pameran karena penonton yang buanyak, jadi pengunjung baru bisa masuk kalau ada pengunjung yang keluar dari gedung setelah selesai mengapresiasi dengan khitmad karya-karya seniman yang dipajang, tentu saja ada perbedaan yaitu budaya antri orang-orangnya!! kalau di Jogja Gallery siapa kuat mendorong untuk merangsek ke depan pintu dialah yang dapat nominasi pengunjung berikutnya.
Setelah berhasil mencapai loket yang berada di lobi gedung, kemudian beli tiket masuk.. ternyata kami masih harus tunggu lagi dan berjejer rapat melingkar selama sampai 1,5 jam!!
Apa boleh buat tiket sudah ditangan, kami sudah tidak berpikiran lagi banyaknya waktu yang terbuang untuk berdiri menunggu. Bergiliran kami jaga antrian untuk pergi ke toilet, maklum udara dingin pinginnya ke belakang melulu.
Nah ya.. perjalanan perjuanganku menuju ruang pameran mbak Frida Kahlo ini terlalu banyak menyita ruang tulisan, biar tidak terlalu panjang jadi perjalanan di dalam ruang pameran aku lanjutkan di halaman berikutnya..
sm

Sunday, 5 September 2010

karya awal dari M.C. Escher


karya periode awal, originally uploaded by Sri Maryanto.

Aku suka sekali dengan karya ini, kenapa?
Dengan melihat karya ini aku jadi lebih sadar bahwa setiap awalan adalah periode yang paling berat, penting dan menentukan untuk melangkah lebih jauh dalam segala hal!
Pegrafis dari Belanda ini terkenal dengan karya-karyanya yang super detail, mathematis juga optical. Sangat sedikit seniman yang bisa menandingi kejelian dalam mengulik detail disertai dengan perhitungan ilusi matematika, bahkan mungkin belum ada.
Dengan teknologi mutakhir karya-karya almarhum pegrafis yang arsitek ini akan mudah dikerjakan, tapi mengingat pada jamannya tidak secanggih sekarang, kembali kecanggihan manusianya yang utama.
Kembali ke karya yang satu ini, sangat kelihatan mendiang muda belum fasih berkarya tapi berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuannya sebagai seniman pemula, kemudian jika mengingat karya-karya periode setelah ini kita akan berdecak kagum dibuatnya. M.C. Escher muda tetap bertahan dengan begitu telatennya terus menghidupi keseniannya sampai pada puncak capaian yang susah dilampaui lagi oleh orang lain.
Sekali lagi sebuah awalan adalah penting untuk dikerjakan, apapun hasilnya, setelah itu kosistensi yang bicara..
Banyak orang yang tidak berani mengawali sesuatu, seribu satu alasan dijadikan sebagai pembenaran dari rasa takutnya, sementara sedikit orang telah berhasil selangkah lebih maju dan maju..
Setelah diberi napas, manusia adalah sebuah titik yang punya sudut pilihan 360 derajat..
So... selamat menikmati karya ini....
sm

Friday, 3 September 2010

Piknik ke Bonbin


Jika cuaca bagus, nggak ada kerjaan, bosan di rumah, keputusan terakhir adalah piknik/picknik. Ramalan cuaca mengabarkan hari itu die Temperatur akan bersahabat alias hangat!!
Selama ini aku belum pernah mengunjungi kebun binatang di München, alangkah senang hati ini akhirnya tiba waktunya akan melihat dengan mata kepala sendiri binatang yang hampir mustahil untuk dilihat di tanah air, misalnya pinguin dan beruang kutub yang besar berwarna putih lembut.
Kebun binatang München adalah kebun binatang yang pertama kali di dunia yang mengklasifikasikan binatang koleksinya sesuai dengan benua asal.
Singkat kata, sampai juga ke lokasi Bonbin di pinggir sungai Isar, setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Terik kering hari itu, ideal suhunya, hingga tidak heran melihat 2 antrian yang menjulur sampai keluar pagar dari loket yang buka.
Bonbin adalah tempat yang pas bukan hanya untuk rekreasi seluruh keluarga tetapi juga untuk tempat kencan pasangan muda yang baru memupuk tanaman cinta.
Sangat berbeda!!..kesan pertamaku ketika baru mau masuk lokasi kebun binatang jika membandingkan dengan gembira loka di jogja atau ragunan, Jakarta!
..di sini tidak ada kios atau warung-warung makan sebagai sambutan selamat datang!, terlebih lagi nihil pedagang asongan pernak-pernik cinderamata yang selalu agresif menawarkan dagangannya, juga tidak ada tukang foto seperti di Ragunan yang asal potret pengunjung yang baru masuk terus mencetaknya kemudian menawarkan hasil jepretannya ketika pengunjung yang dipotret tadi melewati stand daruratnya ketika mau jalan pulang.
Di Bonbin sini loket pembelian tiket berdampingan langsung dengan pintu masuk, jadi begitu selesai bayar, dapat tiket dan flyer atau brosur yang memuat peta dan segala peraturan selama mengunjungi Bonbin pengunjung langsung bisa masuk tanpa ada petugas lain pemeriksa karcis selain kasir itu sendiri.
Setelah masuk, lokasi yang pertama yang menyambut adalah kandang kambing!!
ada berbagai macam jenis kambing yang hidup di sini tentunya yang jinak jenisnya dibiarkan berkeliaran bebas di kebun, pengunjung bisa masuk memegang, membelai, mengelus-elus ataupun memberinya makan, yang bisa dibeli dari kotak pakan otomatis yang telah disediakan.
Perjalanan berlanjut, begitu memasuki rumah kaca yang di dalamnya berisi binatang dan tanaman dari benua tropis, rasanya seperti pulang kampung...panas dan lembab!!
Di situ aku melihat ada pohon pisang, pepaya, kapuk randu, beringin dan teman-temannya, dan binatang khas tropika yang bebas seperti burung-burung, kalong, ayam kampung dan binatang remeh temeh lainnya yang tidak diperhatikan ketika berada di daerah asalnya atau malah dianggap pengganggu seperti tikus dan semut-semut juga belalang!!untuk yang 3 terakhir ini dibuatkan kandang kaca. Bagi orang sini binatang tropis selalu menarik karena tidak bisa setiap hari ketemu kecuali di kebun binatang.
Yang cukup membanggakanku mungkin juga pembaca yang budiman..kebun binatang München menamakan tempat yang khusus untuk berbagai jenis kera dan binatang tropis yang harus dikandang secara khusus dengan nama Orang Utan Paradies!!
Namun yang membikin trenyuh bahwa sebagian besar pengunjung telah bisa dengan benar fasih mengucapkan kata Orang Utan tapi mereka tidak tahu bahwa itu adalah bahasa Indonesia. Orang utan begitu terkenal sebagai binatang yang mutlak harus dilihat kalau mengunjungi kebun binatang. Sekedar catatan, terdapat sebuah iklan pariwisata Malaysia yang berilustrasikan gambar Orang Utan berupa sticker yang menempel membungkus bagian luar berbagai alat transportasi yang melayani penduduk kota München...


Thursday, 2 September 2010

Sommer yang gagal!!


Menurut data musim panas tahun ini di negara bagian Bayern cuma kebagian 650 jam sinar matahari, jauh berbeda dengan sommer tahun-tahun sebelumnya, meskipun ada sebuah hari yang dinobatkan menjadi hari terpanas sepanjang sejarah pencatatan suhu di Jerman!!
Sekarang orang mulai kecut memandangi daun-daun yang mulai kehilangan klorofilnya...tanda musim gugur telah sedang menyapa dengan lirih tapi pasti. Selanjutnya telah siap-siap menunggu untuk dijemput dari bilik paling belakang ujung lemari, perlengkapan untuk menangkal hawa dingin yang merisaukan nyali...
Di penghujung musim panas ini ada sebuah kata menarik yang paling gampang diingat oleh siapa saja kalau jalan-jalan di pusat kota München, adalah Schlussverkauft!! alias sale atau obral akhir musim. Sepanjang pertokoan berilustrasi plakat sale!!% Schlussverkauft!! Warna merah kuning fontnya sangat menyolok sekali melambai-lambai menarik perhatian. Semua toko berlomba membuang habis stock busana musim yang akan pergi.
Yang menarik juga suasananya jadi mirip obral lebaran yang sekarang terjadi di republik atau malah lebih kental karena sejauh mata memandang selalu ada rombongan turis negeri jazirah Arab entah negara bagian mana, yang pasti mereka telah tersohor gila belanja akhir musim panas di München!!(bahkan kabarnya sampai berkontainer!)
Sekedar catatan, hari ini cuaca cerah sekali makanya pesawat tempur giat berlatih, bikin pekak telinga!, suhu cukup hangat sampai 21 derajat, begitu matahari pamitan suhu drop sampai 6 celcius!!

sm


Thursday, 5 August 2010

serba swalayan!!


Frühling pergi Sommer datang,
karena satu tahun dibagi empat waktu musim, seperti sprinter saja tahu-tahu sudah mau habis musim Sommer tahun ini. Tak terasa juga sudah 2 bulan tidak aktif meninggalkan artefak maya.
Yang menarik untuk dicatat sewaktu musim semi yang baru saja berlalu adalah bunga-bunga bertebaran hampir di seluruh muka bumi. Walaupun semua tempat seolah tak luput dari serangan bunga warna-warni itu namun bisnis penjualan bunga-bunga tetap laku.
Yang lebih menarik lagi adalah sistem swalayan penjualan bunga, pembeli memotong sendiri bunga yang dikehendaki dari ladang bunga dan hitung sendiri jumlah yang dibayarkan, terus masukin uang di kasir yang berupa kotak atau kaleng logam...tanpa penjaga seekorpun!!
Nggak tahu juga aku, berapa jumlah prosentasi pembeli-pemetik bunga yang tidak bayar tapi yang jelas kalau sistem penjualan swalayan tetap dipakai sampai sekarang berarti kebanyakan pembeli adalah jujur dan menghormati hak milik orang lain, dan pemilik bunga tetap untung!!

Di samping itu memang untuk bayar tenaga manusia sangat mahal, minimal 8 euro perjam!!. Sudah jamak diketahui lewat film-film, konsumen di sini beli bensin di POM harus melayani sendiri-ambil selang kran bensin masukin ke tangki terus balikin ke tempat semula baru setelah itu masuk toko untuk pembayaran yang biasanya cuma satu orang kasir, juga untuk konsumen beli koran, permen, rokok, obat2an P3K bahkan kondom dari boks dengan cara masukin uang dan mesin akan kembalikan uang sisanya, begitupun beli tiket angkutan umum(transportasi terpadu antara kereta, bus dan tram), dan bayar parkiran di kota.
Naja sampai sekarang aku masih heran kenapa semua bisa sampai sejauh ini dengan....
sm

Tuesday, 25 May 2010

menuju Paris!


Semua yang indah, romantis dan syahdu menyerang dari pelbagai penjuru ke otakku tentang Paris ketika mau take off dari bandara Munich. Suasana bandara Munich seperti biasanya pagi itu, sibuk dan tertib. Perasaanku suasana lapang sekali mungkin karena desain bangunannya, mengesankan lebih luas dari sebenarnya dan semakin tenggelam pengunjung bandara menjadi noktah-noktah kecil, selebihnya infrastruktur dan fasilitas...toilet kelas hotel, koran gratis, kopi panas, coklat panas, teh gratis dan semua swalayan!!
Aku ambil coklat panas, minuman berbahan baku kakao yang sudah pasti diimpor oleh pemerintah Jerman, negara kita Indonesia adalah peringkat kedua di dunia pengekspor kakao , namun belum merupakan budaya kita untuk minum coklat panas, padahal waduh enaknya minuman coklat panas ini, ditanggung nggak kalah sama teh tubruk atau kopi jos!!

Petugas Lufthansa yang 1 orang sudah siap di depan terowongan menuju pesawat, untuk orang dari dunia ketiga hal ini aneh, tapi memang tenaga manusia sangat mahal di negara maju. Untuk urusan check in malah sekarang nggak ada petugasnya selain sebuah alat elektronik, kecuali yang bawa bagasi masih harus antri di loket biasa.
Jadi ya siap-siap panik bagi yang buta huruf...!
mungkin karena masih terbilang baru diberlakukan alat itu, jadi ada 1 petugas khusus mengawal kalau nggak salah ingat 4 buah alat check in elektronik itu.

Aku juga ambil koran serius die Zeit, Frankfurter Allgemeine, dan Süddeutsche Zeitung, walaupun bisa dipastikan tidak paham isinya, paling tidak keliatan intelek..hehe..
Soal nama koran die Zeit dalam bahasa Indonesia namanya waktu, entah karena kebetulan atau sengaja nama itu kurang lebih sama artinya dengan pers penting Times-majalah dari Amerika, Tempo dari Indonesia, ku jadi punya ide nama kalau suatu saat bikin penerbitan ..KALA...

Perjalanan yang cuma 45 menit menggelembungkan volume dada, sepanjang perjalanan aku tak bisa berhenti untuk tersenyum seolah baru lulus ujian sekolah atau dapat lotere..
yang jelas ada perasaan menang atau apalah...mungkin memang menang juga karena dari seluruh warga RT di kampungku, adalah aku yang pertama kali terbang ke Paris...

Bangga membutakan mata....
pesawat Landing di Charles de Gaulle, utara Paris kota impian.
Begitu keluar dari pesawat langsung terasa aroma khas sebenarnya kota Paris, lebih mirip Jakarta secara ekstrimnya. Petugas yang banyak dan masih bisa dihitung yang bisa berbahasa internasional-kalah sama tukang becak malioboro, jalur keluar yang berliku-liku tanpa petunjuk yang jelas yang berujung di lorong labirin kaca tembus pandang yang membingungkan...untuk mengurangi ketegangan ku pergi ke toilet.
Begitu keluar toilet kenyataan masih sama, kacaunya peletakan petunjuk dan petanda plus ramainya suasana membikin lambat perjalanan untuk segera keluar dari labirin CGU. Masih untung juga ku nggak bawa bagasi karena pasti lebih bingung lagi cari tempat claimnya.

Akhirnya sampai juga di ruangan yang berpintu lagi-lagi banyak, setelah pelajari situasi dan peta yang disediakan di konter pariwisata, ternyata masih harus keluar menuju kereta bandara seperti shuttle bus kalau di cengkareng. Dari kereta itu menuju terminal yang disambungkan dengan stasiun kereta yang membelah kota Paris, tarifnya plafon jadi sama rata sama rasa, jauh dekat sama aja terserah di stasiun mana mau turun...
Aah..panjang juga tulisan ini sebaiknya disambung lain kali aja ya....

sm

Sunday, 23 May 2010

The Da Vinci Code in Paris


Paris adalah kota super romantis kata cerita angin yang masuk ke indera pendengaranku. Selanjutnya saking indahnya diberlakukan istilah Parisj van Java untuk kota Bandung yang sedianya mau dijadikan ibukota baru Hindia Belanda setelah kota Batavia terlalu padat.
Sudah banyak karya film, puisi, prosa juga lagu yang mengumandangkan suasana syahdunya ibukota Perancis ini. Makin asoy.. geboy.. jika backgroundnya menara Eiffel, menara besi yang sampai sekarang masih yang tertinggi di pinggir sungai Seine yang sepanjang tahun selalu ramai dikunjungi oleh turis. Melebihi perkiraan sebenarnya menara tersebut itu bisa bertahan sampai sekarang, padahal awalnya diperkirakan hanya akan bertahan 10o-an tahun bahkan oleh artsiteknya sendiri yaitu pak Eiffel.
Paris juga punya Louvre, sebuah museum besar berdiri megah di atas bekas reruntuhan Burg terletak di pinggir sungai Seine juga, yang memiliki koleksi ya ampun buaaanyaknya, meliputi artefak dari jaman Messopotamia, Mesir, Yunani sampai jaman industrial masa kini, butuh sepasang kaki yang tangguh untuk meng-khatam-kan semua koleksinya...
Terutama sekali yang menjadi menu wajib pengunjung di Louvre adalah lukisan yang berjudul Monalisa dari seniman renaisance jenius yang multi talent, pengidap asam urat, konon kabarnya adalah Gay dari Italia Leonardo da Vinci, apalagi setelah belum lama diterbitkan sebuah novel Davinci Code dari Dan Brown yang cukup menghebohkan walaupun filmnya kurang berhasil. Untuk lukisan Monallisa yang mempunyai senyuman misterius tersebut telah disediakan tempat display yang khusus untuk menghidari kemungkinan yang terburuk (pernah hilang dicuri)misalnya dengan adanya kawat pagar berjarak 5 meter dari karya karena begitu banyaknya orang yang ramai berebutan ingin mengapresiasi lukisan cat minyak yang berukuran mini dibandingkan karya seni kontemporer seniman muda yang lagi laris di bumi pertiwi, lukisan tersebut cuma sebesar 50x70 cm, namun kabarnya karya tersebut merupakan karya kesayangan dari pelukisnya sendiri, karena konon lukisan tersebut selalu dibawa kemanapun mbah da Vinci mengembara sampai benar-benar selesai dikerjakan. Selain penikmat karya seni lukis yang serius, terdapat juga pengunjung yang menurutku prosentasinya lebih besar, hanya sekedar mengabadikan dirinya berdekatan dengan lukisan yang sangat terkenal itu.
Dasar orang banyak!, entah nggak tahu atau nggak peduli.., sangat jelas tertulis juga terdapat ikon di sudut-sudut museum bahwa pengunjung diperbolehkan memotret asal tidak memakai kilat atau flash-blitz, yang terjadi di lokasi di mana lukisan Monalisa digantung suasananya lebih mirip ketika terjadi pemutaran perdana sebuah film di mana terdapat karpet merah yang dilewati para selebritis dan insan perfilman dengan beribu flash gemerlapan menyambar dari kamera fotografer....clap..clap...meriah tentu saja...tak lupa jari membentuk simbol V terus deretan gigi entah yang tonggos berkawat atau yang kuning nikotin musti dipertontonkan!
Kota Paris bisa dibilang beruntung ketika perang dunia kedua berkecamuk, kebetulan waktu jatuh ketangan Nazi Jerman, nasib kota dan bangunannya tidak mengalami kerusakan yang berarti, sehingga sampai sekarang kita masih bisa menikmati hasil karya arsitek jaman baheula, tentu saja yang masih terawat dengan baik.
Paris..oh ..paris...masih banyak kata yang akan berlanjut...
sm

Monday, 17 May 2010

Di Berlin


Lelaki tengah baya
sendiri di bangku panjang kereta listrik
seraya luruskan kakinya di lorong S-bahn yang sempit
jambang jarang, nampak bekas jerawat di wajah
tapi nggak separah buah mengkudu
pakai tindik 3 tingkat telinga kiri
dahinya terlindungi sedikit lekukan topi kain doreng tentara gurun
jaket jeans kelabu tak dikancingkan, kaos oblong bergabar artis tak terkenal,
celana kanvas hijau luntur belel di lutut dan tumit
sepatu kets warna putih tua dengan serabut di bagian tertentu
coklat abu sorot matanya sesekali melirik orang waspada

takut ada petugas periksa karcis!! denda lumayan kalau kena..

tangannya keluar masuk plastik kresek besar bertuliskan Karstadt
dengan alat produksi gunting kecil bergagang plastik warna oranye aus
sibuk memotong, merangkai tanpa ikebana sejenis bunga Mei
dan menyusunnya lagi serapi bisa ke dalam plastik nama sebuah Mal
biar tidak rusak hasil kreasi dan mudah berganti sent
sambil sesaat selagi mau menenggak bier
botol tanggung coklat yang aman di pangkuan

ada orang yang baru masuk dan duduk di seberangnya
arah selonjor kaki orang tengah baya itu pindah arah
potongan-potongan tangkai yang menurutnya tidak estetis
kocar-kacir di sekitar sepatunya

julius leber brücke kereta berhenti
aku tak sempat lagi melihat kejadian apa selanjutnya

sm



Friday, 23 April 2010

Dua Hari Bumi...


Fahrrad karena netral jenisnya maka harus ditulis das Fahrrad!..
Orang jawa sampai sekarang atau mungkin orang Indonesia lama menyebutnya pit, dari Fiets (Belanda) dan Fietse (jerman dialek utara), juga vélocipède (perancis).
Masih ada istilah lainnya dalam bahasa jawa yaitu Onthel, padahal onthel adalah nama kembang kluwih, sejenis woh-wohan jenis sukun yang dibuat sayur.
....teoriku sih begini...mungkin jaman duluuu sekali sepeda adalah sesuatu yang mewah jadi sesuatu yang dianggap keluwihan atau kelebihan uang...sehingga menjadi penanda status yang mapan, terus orang biasa mengambil istilah kembang kluwih untuk menamakan benda impian pada jaman itu...hehe..

Benda yang ditemukan manusia sejak abad 17 ini terus berkembang pesat teknologinya dan masih digunakan sampai sekarang, jamannya ukuran sesuatu yang luwih-lebih, keren, prestise dan mewah bukan lagi sepeda onthel.

Di kota Munich atau mungkin di sebagian besar kota-kota di Eropa, benda berkelamin netral ini masih menjadi pilihan transportasi penghuninya. Selain kesadaran kesehatan dan lingkungan, juga didukung fasilitas yang sangat memadai untuk para onthelis.
Jalur sepeda lus mulus ta iya.!...teriak bu baria penjual rujak serial si Unyil di TVRI.

Di pinggir kanan dan kiri jalan raya selalu ada jalan kecil, lebar 1 meter khusus sepeda. Jalur sepeda ini sejajar dengan jalur pejalan kaki yang agak sedikit lebar, selebar trotoar biasanya, mungkin 2-3 meteran. Beda antara 2 jalur itu jelas terlihat dari karakter materialnya, karena untuk pejalan kaki biasanya dipakai paving blok yang masih bisa menyerap air hujan, sedang jalur sepedanya seperti jalan aspal biasa. Selain itu di jalur sepeda pada beberapa tempat tercetak ikon orang bersepeda. Untuk pejalan kaki kiranya perlu ekstra hati-hati jika terpaksa harus melintasi jalur sepeda ini karena bisa saja dari belakang tiba-tiba ada sepeda yang ngebut....karena memang sudah haknya. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana ritme penghuni sebuah kota yang dikejar waktu.

Tidak seperti peraturan plombeer di Indonesia yang sudah mulai tidak berlaku, seingatku selama hidup belum pernah beli itu yang namanya plombeer, dan selalu menghindari mokment atau razia pajak sepeda...hehe...di kota ini pengendara sepeda tetap dikenai peraturan selayaknya pemakai jalan raya lainnya. Lampu sepeda berfungsi, atribut mata kucing harus ada, rem dan sebagainya harus fit. Selain itu jenis SIM apapun yang dimiliki pengendara sepeda bisa dicabut jika (kendati hanya) melanggar aturan ketika sedang naik sepeda, aturan ini bahkan juga pejalan kaki!!! so aturan tetap jalan terus demi ketertiban. dan keamanan.

Pernah ada 2 orang temannya kawan pulang dari Oktober Fest, festival bier yang sangat terkenal di kota ini..2 teman kawan tadi sudah mabuk, pastilah... dari festival bier gitu loh...dan 2 teman tadi tetap saja naik sepeda, di tengah jalan distop pak polisi, terus disuruh tiup alat pengukur kadar alkohol..akhirnya kena straffe dan harus bayar denda 200 euro!
..ada lagi teman sekolah dari spanyol entah tergesa kenapa dan ada apa tiba-tiba udah nerabas alias nyelonong pas lampu merah...priiiiittt... memang lagi apes...polisi kok ya sedang ada di dekat situ, akhirnya temanku besoknya harus transfer 100 euro, tentu ke bendahara negara, bukannya ke nomor rekening pak polisi yang telah mengeluarkan tenaga sebul semprit.

Namun begitu pemakai sepeda di Munich masih banyak sekali, bahkan lebih banyak daripada Yogyakarta misalnya yang sempat dijuluki kota sepeda. Tanpa selalu dikampayekan seperti yang sering dilakukan kawan-kawan pejuang lingkungan hidup di Indonesia, ternyata benda netral yang bernama inggris bycycle ini tetap ada di setiap rumah, di daerah yang cuacanya tidak selalu akrab untuk pengendara sepeda ini, dan lagi aktif dipakai.
Sebenarnya agak aneh juga dipikir-pikir, tidak kurang bagaimana kreatifnya kawan-kawan pejuang lingkungan untuk mengajak orang kembali bersepeda di sebuah negara yang kebanyakan umatnya masih dibawah margins kemiskinan, tetap saja semakin lama malah semakin sedikit yang menggunakan sepeda. Kota sepeda motor akhirnya tepat menjadi julukan untuk kota-kota besar di Indonesia.
Semoga kawan-kawan aktivis lingkungan tidak akan lelah menggoes pedalnya setiap hari terutama ketika ada pawai peringatan hari tertentu, seperti yang baru saja lewat....
Adalah setiap 22 april sejak 1970, hari Bumi pertama kali dicanangkan senator Amerika Serikat Gavlord Nelson, untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditempati manusia ini.
Sedangkan sejak 1969 setiap 20 maret PBB mulai merayakan hari bumi, karena hari itu kata seorang aktivis John McConnell adalah hari di mana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.
Walaupun ada perbedaan tanggal perayaan, yang terpenting adalah efek positifnya dan tetap semangat demi selamatnya planet biru kita ini....
sm

Wednesday, 21 April 2010

Jantung Kota..bagian 1


..seperti biasa selesai sekolah ku ambil U-Bahn dari Goethe Platz richtung Marien Platz walaupun sebenarnya yang ke arah Klinikum Großhadern lebih cepat arah pulang.
Sengaja dengan pertimbangan S-Bahn yang lewat pada jam atau tepatnya menit itu tidak ada jaringan bisnya dari Bahnhof Wolfratshausen..
so aku menghabiskan waktu tunggu S-Bahn berikutnya di jantung kota Munich, Marien Platz..
....di sana sudah pasti tempat yang sangat menarik..banyak pertokoan modern, juga bangunan tua yang eksotis, dan ramai sekali...banyak turis!!
Bisa dibilang orang belum ke Munich kalau belum datang ke Marien Platz.
Di sini terdapat jam dinding tua yang menghiasi (gedung) Rathaus, dan setiap jam 5 sore patung-patung bergerak dengan irama musik yang kenclang-kenclong khas gereja.
Di Marien Platz ini hampir semua jalur kereta lewat, pusat kedua setelah Hauptbahnhof Munich. Ada 5 lantai untuk jalur S-Bahn dan U-Bahn juga lobby.
Kereta datang dan pergi seperti cuaca april, kadang hanya jeda kurang dari 1 menit!!
Kondisi fasilitas tansportasi umum kota ini mirip yang ada di film-film futuristik.
Semuanya ada di bawah tanah!!
Rel-rel, U-Bahn, S-Bahn, loby tempat beli tiket, kios-kios, penjual koran, penjual lotere, beserta orang-orangnya berada di dalam tanah! Manusia merayap di terowongan-terowongan yang bersih rapi teratur, nggak ada orang tidur atau ngelesot di lantai, orang lebih suka berdiri ketika tempat duduk di peron penuh,
hampir semua membaca....baca koran, baca novel, baca roman, baca majalah, baca jadwal, baca iklan, baca tiket, baca sms, baca stroke belanjaan, baca tabel elektronik jadwal kereta, baca tulisan apa saja,
Ramai tapi sepi..tidak ada pedagang asongan yang biasa berteriak menawar-nawarkan dagangannya..
semua tampak mencoba untuk tenang dan santai namun tidak bisa menghilangkan kesan terburu, tidak aneh kalau banyak yang harus sprint untuk kejar kereta......apalagi yang kebelet pipis!!

Saturday, 17 April 2010

Taring Bening berarak ke selatan!


Die Chaos-Wolke!!
Gunung berapi yang ada di bagian utara bulatan bumi, dan sungguh namanya susah sekali diucapkan ..Eyjafjallajökull...membuat langit di Eropa penuh dengan abu kaca tajam yang bisa merusak -atau lebih ngeri dituliskan- menghancurkan baling-baling mesin pesawat!! kata berita....
Sehingga seluruh bandara di Jerman tutup sementara yang kemungkinan sampai senin baru dibuka lagi. Setelah tentunya rombongan kaca itu selesai bergerak bersama alias berpencar jadi rombongan kecil-kecil yang tidak bahaya atau menghilang ke langit!?

Jutaan orang terlantar di Flughafen atau lapangan terbang seluruh dunia, yang akan meninggalkan Jerman atau pun mengunjunginya. Tak pandang bulu, termasuk sang kanselir Jerman Angela Merkel, pesawatnya tidak bisa mendarat di Frankfurt melainkan ke Lisabon, Portugal, apa boleh buat kuasa alam tidak bisa dilawan!
Terpaksalah ibu Merkel ini akan pulang kampung naik mobil dari Roma, Italy. Di hitung masih untung rombongan demonstrasi abu kaca dari gunung di Islandia tadi belum mencapai langit Roma.

Sejarah mencatat dari sepuluh letusan gunung terdasyat di dunia, wilayah yang sekarang kita sebut negara kita ada di peringkat pertama!! ini bukannya rasa bangga akan bencana namun sekedar bicara data-data...siapa tahu bermanfaat sebagai pengantar tidur...

Tahun 1815 Gunung Tambora yang legendaris memuntahkan 100 kubik kilometer batu-batuan!! sekitar 10.000 orang tewas seketika, plus 80.000 orang luka-luka. Letusan Gunung Tambora telah memusnahkan sebuah kerajaan yang sekarang telah menjadi legenda dan dongeng belaka, kejadian itu dianggap sebuah contoh nyata sebuah laknat dari Tuhan akibat dosa manusia..

Tahun 1883, Gunung Krakatau di selat sunda telah berhasil menggelapkan hampir seluruh langit dunia!! sekitar 70.000 orang mati, merupakan rekord korban letusan gunung berapi yang di ketahui dan tercatat. Eduard Munch seniman Jerman berhasil mengabadikan teror alam yang sangat mengerikan pada jaman itu dalam karyanya yang sangat terkenal, judulnya SCREAM! digambarkan seorang yang menjerit ketakutan di sebuah jembatan dengan latar belakang langit kuning seperti awan belerang yang beracun dari letusan krakatau..karya ini menjadi karya yang paling sering ditiru atau digambar ulang dalam berbagai versi selain Monalisa-nya da Vinci tentunya. Bahkan bentuk muka dalam scream menginspirasi pembikin film dengan judul yang sama sampai beberapa sekuel!!

Bencana telah berhasil menginspirasi banyak orang untuk membuat aneka ragam bentuk karya dan produk budaya. Bahkan bagi sementara orang bahkan membawa nikmat!mungkin...


dari tungku bara lambung bumi
sejak 1823 saluran sempit mengecil
ribuan bara tak sabar ingin menyaksikan
gairah kehidupan setelah beku kematian
saat dunia mekar penuh warna
seakan tanpa sebab tapi bisa menyebabkan

ketika budaya antri masih berlaku
semua aman terkendali
tak ada yang perlu dikaji atau dijadikan sensasi
ketika tuntutan tak lagi mendapat jawaban
kotoran menyumpal tak dihiraukan
sejumlah rombongan besar berhak mendesak
mereka pun bisa berhasil tetapi tidak kasil
panas ke dingin seperti terkejut
asap menjadi tajam mengancam
menyeringai taring bening
mengoyak baling yang menantang
jutaan terpaksa harus memanjangkan ususnya
sampai gelombang abu-abu berkaca pecah belah

sm

Thursday, 15 April 2010

Mein erste Gedicht!


Hari ini mulai panas lagi eh hangat ding..setelah sejak selasa cuaca bulan april mewadag... hujan gerimis mendung gelap langit kelap-kelap walaupun pagi tadi masih suram sesuram kelambu rumah sakit pemerintah daerah tertinggal.
Untung setelah sampai di kota tempat sekolah berada...matahari tersenyum!!Yeaaah...!
Hari ini perjalanan ke sekolah serba knap!
udah mau siap berangkat, tiba-tiba perut minta jatah...terpaksa dipending dulu sampai bus berikutnya aja..pikirku toh masih cukup waktunya alias piss-pas banget!
ku biasanya ambil bus satu jadwal lebih awal sekitar 20 menit jeda tiap S-Bahn (Schneel Bahn)..walaupun ini di negara yang terkenal tepat waktu tapi tetap saja harus ada antisipasi seandainya ada apa2..
Setelah makan nasi sisa kemarin malam plus kentang dan sedikit sayur tahu bumbu rendang dengan sedikit improvisasi dipanaskan di Pfane, sambil makan sempat lihat secara online jalur bus yang ke arah Dachau..itu ..tu tempat dulunya kamp konsentrasi jaman Hitler yang sekarang dijadikan museum. Agar kejadian serupa tak terjadi lagi!!
Beberapa hari kemarin mungkin senin ya senin ku dah ingat sekarang, ketika itu cuaca bagus sempat juga ku sampai di Dachau tapi cuma sampai di kota dekat Bahnhof aja..karena memang asing sekali kotanya. Lagipula memang jauh dari pusat kota München. Perkiraanku sih sekitar setengah jam dari pusat kota naik S-Bahn nomor 2 yang berlari kencang tanpa hambatan... Waktu itu jam 5 sore lebih seperempat persis keluar gedung MVHS, hari itu dunia terang sekali mirip jam 3 sore....spontan muncul ide jalan ke Dachau karena sudah hampir setengah tahun belum sempat main ke tempat yang sangat terkenal itu....
.ahh..memang bagus betul cuaca senin itu!..
sampai di kota tua Dachau sekitar jam setengah 7 malam selayaknya jam 4 sore di Indonesia!! keluar Bahnhof langsung sedikit bingung juga mencari-cari petanda yang bisa menunjukkan jalan ke arah bekas KZ itu....setelah jalan agak lama dan merasa salah arah baru balik jalan ke arah Bahnhof lagi ternyata memang salah keluar pintu stasiun!! untung hari itu padhang njingglang! makanya tanda-simbol atau apapun istilahnya yang bisa dibaca sebagai penunjuk jalan ke KZ nggak ketemu....akhirnya ku balik arah Bahnhof melintasi kota tua yang sepanjang jalan banyak pertokoan, mungkin karena banyak turis yang datang ke kota ini jadi banyak pula souvenir tanda mata kota dijajakan.
Setelah sampai Bahnhof lagi ternyata dari arah yang berbeda terdapat Schild atau papan nama yang menggambarkan peta kota Dachau..termasuk segala legendanya..dan segera ku temukan itu letak museum KZ yang menyimpan kekejaman jaman diktator Hitler di Jeman.
Aah ternyata musti naik bus belakang baru tahu kalau cuma 6 menit perjalanan ke sana..jurusan 726,
ku lihat di Halte bus depan Bahnhof ada bis yang lagi mau berangkat..tapi waktu sudah semakin malam walaupun seperti sore saja.
ku putuskan untuk pulang lagipula bus ke arah KZ warnanya berbeda dengan yang biasanya di kota jadi ku juga sedikit ragu untuk naik karena pikirku..jangan-jangan tiket grüne karte yang selalu di dompetku nggak berlaku. Lain kali aja lah setelah segala informasi tentangnya seterang cuaca hari itu...
Nah hari ini semua sudah terang benderang!...ternyata ku bisa pakai tiket langganan bulanan itu menuju ke Museum itu...aman..
Untung juga hari itu ku tidak jadi naik karena hari senin semua museum di kota München tutup!! apalagi pula telah lewat jam 5 sore ambang batas orang boleh berkunjung!
Hari ini tadi ku berangkat pakai bus yang kalau diurut-urut sambungan keretanya plus jalan kaki dari halte S-Bahn ke U Bahn terus dari U-Bahn ke MVHS tepat sebelum jam 2 siang sampai di kelas dimana Frau Wulf mulai mengajar.
Hari ini di kelas ku baca sajak tentang kampung halaman dalam bahasa Jerman, bikinan sendiri tentu dengan sedikit koreksi sana-sini...

Meine neue Heimat

Heimat ist mehr als ein Ort wo ich geboren bin
Heimat ist so ähnlich wie ein Bett auf dem ich jeder Zeit ausruhen kann
Heimat ist fast wie eine Mutter
in ihrem Bauch kann ich sehr gut Leben deshalb weinte ich zum Erstemal
weil nicht verlassen werden wollte

was kann ich machen? ich bin schon auf die Welt gekommen
Diese Welt ist meine neue Heimat
so lange ich den Himmel trage und auf die Erde trete
das ist meine Heimat!!
Ich glaube dass die näschte Heimat auch sehr wunderschön ist

hehe..hari semakin terang saja, makasih Ra!
tapi cuaca hari yang terang benderang hari ini ternodai dengan setetes tuba rumitnya administrasi sebagai Ausländer..




Wednesday, 14 April 2010

Mein erster Text auf Deutsch!


Umwelt ist wichtig!
Die Menschen brauchen eine gesunde Umgebung, frische Luft, sauberes Wasser, natürlich auch saubere Landschaft.
Während der Industrialisierung kommt viele Probleme. Das großte Problem ist der Müll.
Jedes Jahr produzieren in Deutschland ca. 450 kg Müll pro kopf, in Österreich noch mehr ca. 610 kg.
Wir mussen die Müllprobleme sofort losen!!

Ein großes Problem in Indonesien ist das viele Industriestaaten, die veranwortung abgeben. Länder wie Amerika, Niederland, Singapur, und Deutschland eksportieren Müll nach Indonesien. Obwohl die Regierung Indonesiens schon den Müll import verboten hat. Das Problem ist dass die Eksporteure bezahlen. Das heißt die Recyclingfirmen Indonesiens bekommen viel geld statt von den Müllsammlern in Indonesien zu kaufen.
Ich als teil der Menschheit muss auch Verantwortung tragen. Es gibt viele Wege die Umwelt zu schützen. Zum Beispiel den Müll zu sortieren und trennen oder weniger Plastiktüten verwenden.
Als Kunstler kann ich durch meine Werke andere Leute auf die Probleme aufmerksam machen. Z.B. habe ich einen Holzdruck über die Müllprobleme in Bandung, eine Stadt in Indonesien gemacht. Damals (2006) gab es viele Müllberge in der Innenstadt weil die Müllhalde geschlossen wurde aber jetzt ist die Situation verbessert worden. Jetzt wird der Müll dort getrennt.
Gott sei dank!

Thursday, 8 April 2010

APRIL MOP


...aaah sudah April!
Bulan april, hari ini cuaca sungguh indah sekali, hangat dan terang sekali!
hehe...ku mulai bisa membedakan panas dan hangat lagi terang di München.
Burung-burung sudah mulai pulang dari rantau daerah selatan, so...nggak perlu ke kebun binatang atau ke pasar burung untuk menikmati indahnya makhluk yang berkicau merdu dan berwarna elok itu.

Matahari tanpa tedeng aling-aling melotot bikin terang benderang dunia...sampai mata ini harus menyipit menghalau silau, namun entah kenapa panas sinarnya tidak terik seperti di Indonesia. Naja.. kata ilmu bumi sih bahwa Eropa letaknya jauh di utara kathulistiwa, tidak seperti Indonesia yang memanjang mengikuti garis tengah bumi itu. ..so pengalaman lihat globe membantu sekali, ku jadi tahu kalau matahari dilihat dari eropa selalu bergerak di bagian selatan saja. Seolah sombong tidak mau lewat di atas ubun-ubun manusia, makanya orang di sini mempunyai rasa penasaran seperti apa panasnya si Sun itu sebenarnya, untuk itu ramai-ramailah orang eropa melancong ke daerah yang dilintasi garis tengah bumi.
Selain juga panas matahari adalah sehat!! ingat vitamin D bisa aktif berkat sinar matahari. Orang yang tidak pernah atau kurang kena sinar matahari dianggap tidak sehat, terbalik dengan budaya tropis, ada anggapan di daerah 4 musim sini bahwa warna kulit yang ideal adalah gosong kecoklatan!! Di pasaran banyak dijual krim penggosong kulit, bertolak belakang lagi-lagi dengan di Indonesia yang orangnya mendambakan warna kulit putih..jadi diciptakanlah krim pemutih yang laris manis menguntungkan pemilik modal.
Plus juga warna coklat menjadi penanda empunya kulit telah mampu mengunjungi bagian dunia lain yang jauh....sorga matahari di khatulistiwa.
So...april ini hangat matahari telah menyapa mengusir hawa dingin winter di eropa, segera saja orang memanfaatkannya sebaik mungkin kesempatan ini. Mereka nongkrong di teras atau di kebun belakang rumah selayaknya sedang berada di tepi pantai kuta atau hawai..bisa dibayangkanlah kostumnya...biar badan segera gosong kecoklatan.!!

Bulan April mulai benar apa yang namanya Frühling atau musim semi, banyak bunga warna-warni, besar kecil yang mekar di sela-sela rumput yang tetap bertahan dari ganasnya musim dingin! agak aneh juga karena tiba-tiba kok bunga padahal nggak ada tanamannya.!?
...di balik indahnya bunga musim semi ini ternyata menyimpan masalah juga karena semakin kesini makin banyak orang yang alergi dengan serbuk sari yang berterbangan bebas di udara yang ringan kering ini...

Bulan April tanda waktu sudah bergeser satu jam lebih awal, tepatnya seperempat terakhir bulan maret kemarin. Pada bulan ini terangnya lebih panjang jadi terpaksalah waktu dirubah maju satu jam. Kalau di awal musim gugur ketika terang hanya sekejap waktu dirubah mundur satu jam. Perubahan tanda waktu itu dijadwalkan selalu tepat di hari minggu, tentu karena persoalan adaptasi.
Tidak seperti di musim dingin yang suram, sekarang pukul 6 pagi matahari sudah menyala. Tenggelamnya matahari pun lebih lama, sekitar jam 8 malam baru hilang dari peredaran. Lain halnya ketika winter, jam 4 sore sang matahari telah berkemas-gegas masuk pelaminan. Matahari paling lama bertahan di langit mencapai puncaknya nanti di musim panas, di mana baru tengah malam itu yang di sebut sunset!, ..nah waktu itulah terdapat perayaan di seluruh eropa, mungkin inilah sisa-sisa ritual purba pemujaan dewa matahari yang masih kasat mata sampai sekarang.

April Wetter...untuk menggambarkan bahwa di bulan ini cuaca sangat tidak jelas...kadang suhu hangat dan terang sekali seperti hari ketika ku menulis ini, tapi kemudian tiba-tiba berubah dingin bahkan turun hujan salju pula!! semua serba mendadak mengejutkan silih berganti begitu saja....mungkin karena itu ada kebiasaan bahkan budaya mengerjai orang di bulan ini.
Dengan istilah umumnya APRIL MOP!!.

SM


Saturday, 27 March 2010

Tatort!!



Tatort,
dalam bahasa Indonesia artinya TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Sebuah film serial kriminal televisi yang legendaris di Jerman.
Disiarkan hampir setiap hari setelah berita malam bergiliran di stasiun televisi pemerintah negara Jerman... ARD, ZDF, HR, BR, NDR, dan WDR.
Bertahannya serial krimi (biasa di sini disebut) yang masih setia memakai ilustrasi musik di awal dan di akhir cerita sejak tahun 70-an ini, menggambarkan bahwa orang Jerman sangat menggemari cerita kriminal!!
Tatort merupakan judul utama, setiap seri mempunyai sub judul sesuai masalah atau tema cerita. Settingnya berpindah dari kota ke kota seluruh negara Jerman, dengan pejabat komisaris setempat yang biasanya berperan sampai pensiun di kota tersebut atau dimatikan tokohnya dalam cerita. Setiap komisaris polisi di tiap kota digambarkan memiliki karakter yang khusus dengan masalah pribadi dalam kesehariannya sebagai manusia biasa.
Setiap seri selalu mengetengahkan tema yang aktual yang menjadi perhatian umum pada jaman ketika film dibuat. Mungkin karena inilah salah satu alasan serial ini bisa bertahan sampai sekarang selain juga sepanjang siarannya tak ada potongan iklan sama sekali.
Bahkan untuk orang yang tidak sempat mengikuti atau ketinggalan isu yang hangat bisa melihat serial Tatort terbaru sebagai tolok ukur, yang disiarkan pada hari minggu di stasiun ARD pukul 20.15 waktu setempat.
Namun serial krimi Tatort dan berbagai varian seri krimi lainnya mungkin akan membosankan untuk orang yang biasa menikmati film bikinan Hollywood, karena di dalamnya jarang sekali terlihat aksi-aksi luar biasa dari stuntman dan pelaku kejahatan pun selalu ditampilkan sebagai manusia biasa yang juga punya sifat baik. Tidak selalu hitam putih karakternya.
Alur cerita dibangun dengan dialog yang wajar tidak dibuat-buat, seolah tanpa perubahan emosi yang berarti bahkan ketika film sudah selesai untuk yang tidak mengikuti akan tidak terasa sama sekali endingnya.
Kalau anda penggemar cerita detektif seperti Hercule Poirot-nya Agatha Christy atau Lima Sekawan-nya Enid Blyton...serial Tatort tentu akan menjadi candu anda berikutnya.
So...Belum lengkap rasanya jika anda ke Jerman belum pernah lihat serial televisi yang satu ini....hehe....

Thursday, 18 March 2010

Frühling Signal!


Sudah 2 hari ini matahari berbaik hati memberi signal frühling atau musim semi telah di depan mata. Suasana ceria menjadi pemandangan di mana-mana sepanjang 2x 24 jam terakhir ini. Bunga schnee glockchen muncul di beberapa tempat yang secara intensif menangkap cahaya kehidupan dewa RA di jaman Mesir tempo dulu.
Di München sudah mulai terlihat perempuan yang melenggang dengan rok mini tanpa stocking dalam suhu yang belum terlalu panas sebenarnya...mungkin hari ini maksimal baru 13 derajat celcius. Mungkin mereka ingin segera menanggalkan perlengkapan musim dingin, yang berat menggelayut di badan selama hampir 4 bulan kemarin yang mungkin telah mengganggu pertumbuhan tulang belakang bagi yang masih dalam masa pertumbuhan, sedikit demi sedikit tapi pasti datang waktunya bagi semua itu berada di sudut paling belakang lemari pakaian, sepatu boot yang kaku dan juga tidak ringan segera disimpan di rak yang jauh dari jangkauan dan berganti dengan pantovel atau sepatu sejenis yang pendek so tidak butuh kaos kaki tebal lagi.
Hidup berasa lebih ringan, lebih ringan dari udara yang kering sekalipun, kehidupan berbunga-bunga dalam arti sebenarnya di alam raya.
Beragam burung semakin banyak saja jumlahnya, mereka bebas berkicau tanpa takut ditangkap dan digoreng makhluk omnivora homo sapiens yang beradab. Bahkan bukannya menangkap dan menggoreng burung-burung itu manusia di sini malah berbaik hati memberi asupan bergizi, segumpal biji-bijian yang digantungkan di pohon-pohon yang ranting dahannya masih menampakkan dasyatnya musim dingin yang diharapkan segera jauh pergi ke utara.
Terang benderangnya matahari rasa-rasanya melebihi sinar yang jatuh menimpa setiap hari di khatuliswa, walaupun begitu tetap saja masih berserakan salju seperti bercak-bercak panu sisa musim dingin di tempat yang terbayang.
Seperti jamur panu di alam tropika, kejadian hari kemarin sungguh merusak suasana....
rupanya masih ada orang yang goblok dan kurang kerjaan di desa kecil yang damai bersih rapi dari negara sopan- kata untuk bangsa eropa di jaman kolonial ini, mereka yang tolol itu merusak kaca spion mobil yang di parkir di depan rumah.
Di sini pemandangan mobil berderet-deret terparkir di jalan depan rumah adalah lumrah dan biasa saja.
Naja manusia memang makhluk yang susah diprediksi perilakunya..

Monday, 15 March 2010

Grüß Gott!!



Seperti di mana pun juga dalam satu negara setiap kota pasti berbeda karakter budaya dan bahasanya. Di München sendiri ada perbedaan yang sangat mencolok antara pusat kota yang jantungnya berada di Marien Platz dengan daerah pelosok pedesaannya.
Dalam sebuah tulisan di majalah Merian diibaratkan jauhnya sama dengan bumi dan bulan perbedaan itu!!

Logat bahasa Jerman di München apalagi di dusun-dusun terpencilnya, kalau boleh dianalogikan, sama dengan bahasa cilacap dalam bahasa Jawa, atau juga bahasa Jawa medhok dalam bahasa Indonesia Jakarta.
Seperti orang cilacap yang merantau ke kota lain misalnya, sebisa mungkin dialek tidak boleh nampak jikalau sedang berkomunikasi dengan orang yang berasal dari daerah lain, bahkan seperti juga dengan istilah jawa kowek untuk bahasa jawa yang sangat kasar dan seolah-olah melambangkan sebuah peradaban gunung yang jauh dari peradaban dan hampir selalu jadi bahan tertawaan, di München ada istilah logat Bayerisch, diambil dari nama daerah Bayern atau Bavaria yang terletak di selatan, dekat pegunungan Alpen. Lagi-lagi cocok benar dengan stereotip budaya gunung di Indonesia.
Bahasa bayerisch bukan hanya terdengar beda sekali dengan höhe Deutsch yang baku tapi memang ada beberapa kata yang tidak dipakai dalam bahasa Jerman baku. Sementara itu bahasa Jerman yang tinggi-terjemahan dari höhe Deutsch, berasal dari daerah Niedersachsen di bagian utara, yang terkenal daerah Hannover dan sekitarnya.

Jadi jangan dikira kalau di Jerman cuma ada satu bahasa Jerman, banyak faset-faset variannya.
Persoalan berbahasa ini tetap bangsa kita yang paling kaya di dunia cieee...dengan 300 bahasa daerah yang berbeda-beda dan bertingkat-tingkat levelnya namun tetap bisa saling berkomunikasi karena semua mengakui bahwa ada bahasa yang cuma satu untuk seluruh Indonesia.....Hebat kan...siapa lagi kalau bukan pemuda angkatan 28 yang punya inisiatif!!
Tapi perlu diberi penghormatan juga siapa yang telah menginspirasi angkatan muda kala itu...

sm





Wednesday, 10 March 2010

Baca untuk Tahu!!


Tahu bahasa Jermannya adalah Tofu yang mengambil langsung dari bahasa Jepang.
Makanan yang aslinya bernama Tauhu dari Cina sejak 2200 sebelum masehi ini sudah begitu membumi di rakyat Indonesia. Bahkan saking terbiasanya orang mencecap nikmatnya makanan fermentasi sari kedelai ini, ketika dia berada di daerah yang tidak ada tahu-nya, rasa kangen di lidah itu melebihi perasaan rindu kampung halaman.
Beruntung sekali sekarang untuk orang Indonesia yang kebetulan tinggal di München, mereka tidak perlu lagi harus pergi jauh-jauh ke negera kecil bekas ndoro toeannya di jaman kolonial selama 3,5 abad tempoh doeloe, di mana tahu-tahu sudah sejak lama diproduksi, dipasarkan dan dikonsumsi.
Dugaanku besar kemungkinan orang Indonesia dari jadulah yang membawanya ke kerajaan Belanda, entah suku atau keturunan mana yang telah diangkut oleh penguasa waktu itu untuk jadi tenaga kerja hingga berkampung halaman di Niederland sejak bearabad silam. Karena bisa dilihat di salah satu kemasannya ada yang masih menuliskan nama Tahoe, kata tahu dalam ejaan orde lama Suwandi sebelum EYD diberlakukan orde baru.
Sekarang asal kita masuk toko Asia di München, yang rata-rata milik orang vietnam pasti bisa dibeli itu tahu dari berbagai jenis. Untuk jenis tahu segar tanpa kemasan selalu disetor hari jumat. Untuk harga tentulah standar harga di sini, satu potong tahu sekitar 8x13x6cm harganya 1,2 Euro, bisa hitung sindiri kan jika 1 euro sekitar 12 ribu rupiah.
Selain tahu yang sudah gampang didapat di semua toko Asia, ada juga makanan dari bahan kedelai yang ini memang asli dari budaya Indonesia, namun untuk yang satu ini rasanya tidak atau belum seenak tahu yang hampir tidak ada bedanya dengan yang ada di Indonesia. Ialah Tempe atau Tempeh, yang dulu sempat dianggap ndesit dan tidak bergizi, bikin loyo..ingat slogan generasi tempe yang digembar-gemborkan di masa Soekarno untuk menggambarkan sebuah generasi yang ringkih....padahal setelah dikaji secara serius terbukti yang sebaliknyalah kenyataannya.

Harapanku semoga saja nanti setelah pulang, tahu yang di Indonesia masih seenak yang dulu dan tidak mengandung pengawet mayat lagi. Juga orang-orang di Indonesia semakin senang membaca jadi tahu dan paham kalau pemakaian formalin dan bahan-bahan kimia lainnya sebagai pengawet makanan adalah sangat berbahaya!!! dan sebaliknya akan lebih banyak bahan-bahan yang alami, bio, organik diproduksi yang pasti lebih sehat dan aman dikonsumsi..

Terpenting lagi kacang kedelai bahan baku tahu dan tempe tidak lagi diimpor dari negara yang yang tidak mempunyai budaya makan tahu-tempe melainkan panen dari sawah-kebun sendiri.

sm





Saturday, 6 March 2010

Pinakothek der Moderne


Pinakothek der Moderne, originally uploaded by Sri Maryanto.

Kalau hari ini hari minggu,
nggak masalah cuaca bagus atau sebaliknya,
ada uang di kantong minimal 1 euro,
suka seni, desain atau sekedar cuci mata,
dan kebetulan anda sedang ada di kota München,
sebaiknya kunjungi tempat ini...
karena kalau hari biasa tiket masuk lebih mahal, bisa 6 kali lipat.
Kata orang hari minggu adalah hari istirahat, senang-senang, piknik, menyenangkan pikiran dan perasaan, yang bukan orang buta tentu juga penglihatan..

Untuk yang tidak biasa jalan kaki sebaiknya warming up dulu untuk menghindari cedera otot karena ada 3 buah Pinakothek (die alte, die neue, der moderne) yang luasnya minta ampun!! tapi kalau memaksa ngebut apresiasinya bisa kelar juga tiga-tiganya.
Untuk yang benci jalan jauh alias juga olahraga tapi masih ingin menikmati karya-karya bagus bermutu dari seniman kelas ikan paus, jangan khawatir disewakan kursi lipat kecil, ringan ditenteng selama mencoba memahami makna karya...seni..rupa....


Hari minggu di kota München tempat belanja lebensmittel tutup semua!! yang buka cuma pom bensin, jadi percuma kalau hari itu digunakan untuk nimbun bbm, mahal!!


Beraneka ragam museum berserakan rapi di kota München, sebuah kebijakan yang bijak dari penguasa kota untuk mendorong warganya guna memanfaatkan hari minggu dengan rekreasi rohani murah ketika ritme survival disimpan sampai hari senin besoknya....

Bagi anda yang kebetulan sedang tidak berada di München, bisa ikut menikmatinya di akun flickr-ku sampai terjadi sebuah kebetulan itu.

salam budaya

Saturday, 13 February 2010

Rumput Tetangga Lebih Hijau!!


Tema ini jika di jabartarikulurkan bisa luaaaaas nian...
..seperti kain jarit Prabu Ajisaka yang ditarik tokoh antagonis Dewata Cengkar sampai ke laut.
..juga bisa diambil contoh lain dengan tidak putus-putusnya baju pembungkus istri Pendawa(lagi lupa) pas mau di telanjangi oleh Kurawa sebagai hadiah menang judi
..ah mungkin ini salah satu sifat manusia yang paling awal....

Kali ini tentang winter, musim dingin...
pertama kali lihat salju di TVRI dalam serial Oshin yang sangat terkenal pada jaman itu.
Waktu itu aku membayangkan betapa enak sekali kalau ada salju karena nggak perlu beli kulkas, tinggal ciduk kasih sirup beres...jadi es campur, nggak perlu repot gosrok pakai ketam yang dibalik. selain itu warna salju putih bersih seperti sprei putih bersih menyelimuti kasur yang sangat empuk dan nyaman sekali buat tidur....

Naja ternyata setelah benar-benar mengalami sendiri, aku baru tahu yang sebenarnya.
Ada beberapa alasan kenapa orang tidak suka dengan musim dingin_winter bersalju...

1. Musim dingin dengan atau tanpa salju suhunya bisa sampai minus 20, dan tahun ini kata berita pernah satu malam terdingin sejak 30 tahun di Jerman..jadi orang tidak bisa beraktifitas di luar seperti layaknya di negeri kita yang beruntung selalu panas.
2. Musim dingin menaikkan biaya pengeluaran bulanan..seperti pajak listrik untuk pemanas ruangan, kayu untuk oven, dan tahu sendiri kalau hawa dingin biasanya perut berasa lapar terus...jadi budget untuk asupan pasti naik.
3. Musim dingin bawaannya ingin tidur dan santai di rumah nonton tivi atau apapun yang nggak perlu gerakan signifikan...so bisa jadi kalau diri tidak militan punya sikap akan sangat tidak produktif dan semakin melar badan...
4. Untuk mengatasi hawa dingin perlu duit tidak sedikit, harus punya jaket tebal kualitas bagus, kaos kaki tebal yang biasanya dari bahan wool, sepatu yang tak tembus air, kethu atau topi rajutan, kaos tangan, celana dalam panjang dan pasti harus banyak cadangan karena keringin cucian juga makan waktu. Banyak kejadian orang mati gara-gara kedinginan.
5. Suhu dingin fisik lebih gampang sakit, begitu jalan ke luar ingus dari lobang hidung tak henti-hentinya mengucur, menjadi dafttar wajib ada tisu dalam kantong. Jangan coba-coba keluar rumah dengan rambut basah kalau nggak mau kepala pening, misalnya habis keramas.
6. Hawa dingin yang terus-terusan membuat kulit jadi mbekisik kering kerontang tidak jarang nela..istilah jawanya tanah yang retak-retak kurang air..mau nggak mau harus pakai pelembab kulit seperti ABG...
7. Ketika salju datang, semuanya jadi tertutup air yang berganti wujud itu. Jalan-jalan dan trotoar jadi licin. Sudah jadi kewajiban penduduk untuk ikut bersihkan jalan atau trotoar depan rumah sampai jalan masuk ke rumah sendiri, biar kalau ada orang jalan tidak akan kepleset karena kalau sampai terjadi dan masuk rumah sakit, empunya rumah harus tanggung jawab biaya pengobatan. Untuk menyiasati problem tersebut pemerintah kota mengatur tata letak bangunan rumah. Kalau di kita biasa dibilang perumahan-semua rumah yang ada di sini.Bisa dilihat lewat Google earth...
Untuk orang yang sudah tua lebih senang tinggal di apartemen karena tidak perlu bersih-bersih jalan dari salju. Biaya pekerja bersih-bersih jalan depan bangunan sudah inklusif ongkos kontrak tentunya.
8. Salju bikin jalanan licin..aku dengar di radio setiap hari ada kecelakaan!! makanya deg-deg plaas kalau lagi di jalan naik mobil tiba-tiba salju turun..wah..duh..
9. Karena harus tunggu giliran pembersihan jalur sering dapat dipastikan jadwal kereta atau angkutan yang lain akan delay..sangat menjengkelkan sekali dalam suhu dingin harus tunggu kereta yang tak pasti datangnya..
10. Sekedar kilas balik, kalau musim dingin semua pohon mati tepatnya tidur... kecuali yang sejenis cemara, misalnya Tannen yang biasa dipakai untuk pohon natal. Warna hijau di alam sangat sedikit sekali, kelam..suram..depresif...ketika putih salju mendomisasi warna alam membikin mata silau pas ada matahari sedikit saja muncul apalagi banyak..mungkin ini penjelasan kenapa orang eskimo matanya sipit-sipit..

mungkin masih banyak yang bisa ditambahkan tapi sementara 10 itu dulu alasannya...
namun bagaimanapun juga sebanyak-banyaknya alasan orang benci musim dingin lagi bersalju, tetap saja lebih jengkel kalau hujan air biasa...kata Cinta Laura ...udah betjek nggak ada odjek lagi...

Thursday, 28 January 2010

Gedächtnisbuch...apa itu?


Setiap 27 Januari,
sehabis perang dunia II diperingati sebagai hari pembebasan orang-orang yang ditahan di Arbeitlager, lebih akrabnya Kamp Konsentrasi bikinan pemerintahan Nazi Jerman. Konon kabarnya pada tanggal itu pertama kali tentara Rusia membebaskan tahanan yang ada di Gheto-istilah lainnya. Bicara Kamp Konsentrasi, pada jaman Kolonial Hindia Belanda, pemerintah membangun Kamp Konsentrasi -mungkin yang pertama kali dalam sejarah modern- Boven Digoel yang terkenal dengan Tanah Merah, untuk menampung ekstrimis-ekstrimis yang dikatakan menganggu ketertiban umum kala itu. Terutama setelah terjadi pemberontakan rakyat yang dimotori oleh PKI untuk memerdekakan Republik tahun 1926.
Kembali ke 27 Januari,
banyak pameran diadakan, tentang dokumentasi peristiwa yang memalukan peradaban manusia di Eropa itu, untuk melawan lupa juga jangan sampai terulang lagi yang utama.
Di München, Arbeitlager-mirip tempat kerja paksa Romusha di jaman Jepang- terdapat di Dachau.
KZ Dachau ini awal dibuka 20 Maret 1933 oleh pemerintah Hitler untuk politikus Jerman sendiri yang melawan Regime. Sekitar 150 aktivis politik mulai 22 maret menghuni Kamp tersebut. Berturut-turut kemudian mulai 1 April 1938 berdatangan tahanan dari luar Jerman.
Bulan November tanggal 9-10 1938 tercatat masuk tahanan Jahudi yang jumlahnya 10.911.
Sampai pada waktu pembebasan Kamp sedikitnya 43.000 yang mati dari total 202.000 tahanan yang ada di KZ Dachau.
Untuk merangkai semua kejadian pada jaman itu di terbitkanlah sebuah buku- Gedächnisbuch-didasarkan pada penuturan mantan tahanan yang masih selamat dan masih sempat untuk diwawancarai.
Di Waldram, sebuah desa kecil di selatan München terdapat sebuah Gymnasium-SMA kalau di Indonesia, 27 Januari kemarin tidak ketinggalan untuk mengajak menengok kembali ke masa suram dalam sejarah Jerman. Sebuah pameran foto dan dokumentasi hasil wawancara murid Gymnasium tersebut dengan beberapa mantan tahanan yang masih selamat dari KZ Dachau.
Menarik bukan!
Generasi muda walaupun mungkin awalnya sebuah tugas sekolah, tapi kemudian bisa mempresentasikan cerita dari narasumber dengan baik dalam sebuah pameran.
Kita bisa bandingkan kepedulian tentang sejarah dengan generasi muda di Indonesia. Juga bandingkan dengan kemauan pemerintah dalam hal ini yang paling berkompeten dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Sudahkah pemerintah kita mendukung kajian sejarah yang mencoba menguak luka lama, di periode kapanpun? baik itu sejak jaman kolonial Belanda sampai euforia Reformasi?
Karena bagaimana pun juga kalau ingin mengobati luka harus lah dilihat, diperiksa, dipelajari, dan dianalisa luka tersebut biar tepat dosisnya sehingga cepat sembuh dan bisa sehat normal selayaknya manusia. Bukannya ditutup terus menerus dibiarkan saja koreng itu sampai membusuk dan berbau amis mengerikan.......
Tidak sedikit komentar yang mengatakan ngapain urus masa lalu? Saat ini aja hidup sudah susah!!
Nah ya mereka tidak sadar hari ini adalah terusan yang kemarin, kalau tidak mau melihat lagi yang kemarin tidak akan pernah bisa belajar dari kesalahan kemarin untuk kebetulan hari ini.....

Thursday, 14 January 2010

sri_maryanto_woodcut_oraber_kitasemuapastimati

Cling!!...akhirnya aku, kau...kita ada...
Ilmu pengetahuan telah mengajarkan, kita berasal dari pembuahan sperma laki-laki di dalam rahim perempuan melalui proses yang tak terjelaskan kenapa bisa?
Ilmu agama menjelaskan kepada kita kalau manusia atau kita tentunya berasal dari lempung, yang setelah ditiupkan ruh oleh Tuhan maka hiduplah sebagai khalifah dunia.
Tetapi yang tak terjelaskan namun juga merupakan kepastian adalah bahwa tiupan pertama kali yang menghidupkan itu adalah juga yang terakhir kalinya. Jadi sekali lagi sudah dipastikan kalau pada akhirnya habis juga ruh hasil tiupan Tuhan itu.
Nah ya kalau dihitung-hitung durasi tiupan Tuhan itu paling banter 100 tahun, itupun sangat jarang terjadi. Walaupun ada juga yang bertahan lama sampai 125 tahun seperti kakek buyut saya. Bosan juga kalau hidup tahan lama sementara yang lain sudah tak ada lagi mirip highlander. Hidup yang kesepian jadi lebih sepi lagi.
Karya ini merupakan renungan kembali sudahkah kita menggunakan durasi yang begitu singkat ini untuk kehidupan semesta? walaupun kita sebenarnya lebih kecil dari debu sekalipun, kita adalah ada. Dan ada itu ikut mempengaruhi keadaan seluruhnya.