Sunday, 5 September 2010

karya awal dari M.C. Escher


karya periode awal, originally uploaded by Sri Maryanto.

Aku suka sekali dengan karya ini, kenapa?
Dengan melihat karya ini aku jadi lebih sadar bahwa setiap awalan adalah periode yang paling berat, penting dan menentukan untuk melangkah lebih jauh dalam segala hal!
Pegrafis dari Belanda ini terkenal dengan karya-karyanya yang super detail, mathematis juga optical. Sangat sedikit seniman yang bisa menandingi kejelian dalam mengulik detail disertai dengan perhitungan ilusi matematika, bahkan mungkin belum ada.
Dengan teknologi mutakhir karya-karya almarhum pegrafis yang arsitek ini akan mudah dikerjakan, tapi mengingat pada jamannya tidak secanggih sekarang, kembali kecanggihan manusianya yang utama.
Kembali ke karya yang satu ini, sangat kelihatan mendiang muda belum fasih berkarya tapi berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuannya sebagai seniman pemula, kemudian jika mengingat karya-karya periode setelah ini kita akan berdecak kagum dibuatnya. M.C. Escher muda tetap bertahan dengan begitu telatennya terus menghidupi keseniannya sampai pada puncak capaian yang susah dilampaui lagi oleh orang lain.
Sekali lagi sebuah awalan adalah penting untuk dikerjakan, apapun hasilnya, setelah itu kosistensi yang bicara..
Banyak orang yang tidak berani mengawali sesuatu, seribu satu alasan dijadikan sebagai pembenaran dari rasa takutnya, sementara sedikit orang telah berhasil selangkah lebih maju dan maju..
Setelah diberi napas, manusia adalah sebuah titik yang punya sudut pilihan 360 derajat..
So... selamat menikmati karya ini....
sm

Friday, 3 September 2010

Piknik ke Bonbin


Jika cuaca bagus, nggak ada kerjaan, bosan di rumah, keputusan terakhir adalah piknik/picknik. Ramalan cuaca mengabarkan hari itu die Temperatur akan bersahabat alias hangat!!
Selama ini aku belum pernah mengunjungi kebun binatang di München, alangkah senang hati ini akhirnya tiba waktunya akan melihat dengan mata kepala sendiri binatang yang hampir mustahil untuk dilihat di tanah air, misalnya pinguin dan beruang kutub yang besar berwarna putih lembut.
Kebun binatang München adalah kebun binatang yang pertama kali di dunia yang mengklasifikasikan binatang koleksinya sesuai dengan benua asal.
Singkat kata, sampai juga ke lokasi Bonbin di pinggir sungai Isar, setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Terik kering hari itu, ideal suhunya, hingga tidak heran melihat 2 antrian yang menjulur sampai keluar pagar dari loket yang buka.
Bonbin adalah tempat yang pas bukan hanya untuk rekreasi seluruh keluarga tetapi juga untuk tempat kencan pasangan muda yang baru memupuk tanaman cinta.
Sangat berbeda!!..kesan pertamaku ketika baru mau masuk lokasi kebun binatang jika membandingkan dengan gembira loka di jogja atau ragunan, Jakarta!
..di sini tidak ada kios atau warung-warung makan sebagai sambutan selamat datang!, terlebih lagi nihil pedagang asongan pernak-pernik cinderamata yang selalu agresif menawarkan dagangannya, juga tidak ada tukang foto seperti di Ragunan yang asal potret pengunjung yang baru masuk terus mencetaknya kemudian menawarkan hasil jepretannya ketika pengunjung yang dipotret tadi melewati stand daruratnya ketika mau jalan pulang.
Di Bonbin sini loket pembelian tiket berdampingan langsung dengan pintu masuk, jadi begitu selesai bayar, dapat tiket dan flyer atau brosur yang memuat peta dan segala peraturan selama mengunjungi Bonbin pengunjung langsung bisa masuk tanpa ada petugas lain pemeriksa karcis selain kasir itu sendiri.
Setelah masuk, lokasi yang pertama yang menyambut adalah kandang kambing!!
ada berbagai macam jenis kambing yang hidup di sini tentunya yang jinak jenisnya dibiarkan berkeliaran bebas di kebun, pengunjung bisa masuk memegang, membelai, mengelus-elus ataupun memberinya makan, yang bisa dibeli dari kotak pakan otomatis yang telah disediakan.
Perjalanan berlanjut, begitu memasuki rumah kaca yang di dalamnya berisi binatang dan tanaman dari benua tropis, rasanya seperti pulang kampung...panas dan lembab!!
Di situ aku melihat ada pohon pisang, pepaya, kapuk randu, beringin dan teman-temannya, dan binatang khas tropika yang bebas seperti burung-burung, kalong, ayam kampung dan binatang remeh temeh lainnya yang tidak diperhatikan ketika berada di daerah asalnya atau malah dianggap pengganggu seperti tikus dan semut-semut juga belalang!!untuk yang 3 terakhir ini dibuatkan kandang kaca. Bagi orang sini binatang tropis selalu menarik karena tidak bisa setiap hari ketemu kecuali di kebun binatang.
Yang cukup membanggakanku mungkin juga pembaca yang budiman..kebun binatang München menamakan tempat yang khusus untuk berbagai jenis kera dan binatang tropis yang harus dikandang secara khusus dengan nama Orang Utan Paradies!!
Namun yang membikin trenyuh bahwa sebagian besar pengunjung telah bisa dengan benar fasih mengucapkan kata Orang Utan tapi mereka tidak tahu bahwa itu adalah bahasa Indonesia. Orang utan begitu terkenal sebagai binatang yang mutlak harus dilihat kalau mengunjungi kebun binatang. Sekedar catatan, terdapat sebuah iklan pariwisata Malaysia yang berilustrasikan gambar Orang Utan berupa sticker yang menempel membungkus bagian luar berbagai alat transportasi yang melayani penduduk kota München...


Thursday, 2 September 2010

Sommer yang gagal!!


Menurut data musim panas tahun ini di negara bagian Bayern cuma kebagian 650 jam sinar matahari, jauh berbeda dengan sommer tahun-tahun sebelumnya, meskipun ada sebuah hari yang dinobatkan menjadi hari terpanas sepanjang sejarah pencatatan suhu di Jerman!!
Sekarang orang mulai kecut memandangi daun-daun yang mulai kehilangan klorofilnya...tanda musim gugur telah sedang menyapa dengan lirih tapi pasti. Selanjutnya telah siap-siap menunggu untuk dijemput dari bilik paling belakang ujung lemari, perlengkapan untuk menangkal hawa dingin yang merisaukan nyali...
Di penghujung musim panas ini ada sebuah kata menarik yang paling gampang diingat oleh siapa saja kalau jalan-jalan di pusat kota München, adalah Schlussverkauft!! alias sale atau obral akhir musim. Sepanjang pertokoan berilustrasi plakat sale!!% Schlussverkauft!! Warna merah kuning fontnya sangat menyolok sekali melambai-lambai menarik perhatian. Semua toko berlomba membuang habis stock busana musim yang akan pergi.
Yang menarik juga suasananya jadi mirip obral lebaran yang sekarang terjadi di republik atau malah lebih kental karena sejauh mata memandang selalu ada rombongan turis negeri jazirah Arab entah negara bagian mana, yang pasti mereka telah tersohor gila belanja akhir musim panas di München!!(bahkan kabarnya sampai berkontainer!)
Sekedar catatan, hari ini cuaca cerah sekali makanya pesawat tempur giat berlatih, bikin pekak telinga!, suhu cukup hangat sampai 21 derajat, begitu matahari pamitan suhu drop sampai 6 celcius!!

sm


Thursday, 5 August 2010

serba swalayan!!


Frühling pergi Sommer datang,
karena satu tahun dibagi empat waktu musim, seperti sprinter saja tahu-tahu sudah mau habis musim Sommer tahun ini. Tak terasa juga sudah 2 bulan tidak aktif meninggalkan artefak maya.
Yang menarik untuk dicatat sewaktu musim semi yang baru saja berlalu adalah bunga-bunga bertebaran hampir di seluruh muka bumi. Walaupun semua tempat seolah tak luput dari serangan bunga warna-warni itu namun bisnis penjualan bunga-bunga tetap laku.
Yang lebih menarik lagi adalah sistem swalayan penjualan bunga, pembeli memotong sendiri bunga yang dikehendaki dari ladang bunga dan hitung sendiri jumlah yang dibayarkan, terus masukin uang di kasir yang berupa kotak atau kaleng logam...tanpa penjaga seekorpun!!
Nggak tahu juga aku, berapa jumlah prosentasi pembeli-pemetik bunga yang tidak bayar tapi yang jelas kalau sistem penjualan swalayan tetap dipakai sampai sekarang berarti kebanyakan pembeli adalah jujur dan menghormati hak milik orang lain, dan pemilik bunga tetap untung!!

Di samping itu memang untuk bayar tenaga manusia sangat mahal, minimal 8 euro perjam!!. Sudah jamak diketahui lewat film-film, konsumen di sini beli bensin di POM harus melayani sendiri-ambil selang kran bensin masukin ke tangki terus balikin ke tempat semula baru setelah itu masuk toko untuk pembayaran yang biasanya cuma satu orang kasir, juga untuk konsumen beli koran, permen, rokok, obat2an P3K bahkan kondom dari boks dengan cara masukin uang dan mesin akan kembalikan uang sisanya, begitupun beli tiket angkutan umum(transportasi terpadu antara kereta, bus dan tram), dan bayar parkiran di kota.
Naja sampai sekarang aku masih heran kenapa semua bisa sampai sejauh ini dengan....
sm

Tuesday, 25 May 2010

menuju Paris!


Semua yang indah, romantis dan syahdu menyerang dari pelbagai penjuru ke otakku tentang Paris ketika mau take off dari bandara Munich. Suasana bandara Munich seperti biasanya pagi itu, sibuk dan tertib. Perasaanku suasana lapang sekali mungkin karena desain bangunannya, mengesankan lebih luas dari sebenarnya dan semakin tenggelam pengunjung bandara menjadi noktah-noktah kecil, selebihnya infrastruktur dan fasilitas...toilet kelas hotel, koran gratis, kopi panas, coklat panas, teh gratis dan semua swalayan!!
Aku ambil coklat panas, minuman berbahan baku kakao yang sudah pasti diimpor oleh pemerintah Jerman, negara kita Indonesia adalah peringkat kedua di dunia pengekspor kakao , namun belum merupakan budaya kita untuk minum coklat panas, padahal waduh enaknya minuman coklat panas ini, ditanggung nggak kalah sama teh tubruk atau kopi jos!!

Petugas Lufthansa yang 1 orang sudah siap di depan terowongan menuju pesawat, untuk orang dari dunia ketiga hal ini aneh, tapi memang tenaga manusia sangat mahal di negara maju. Untuk urusan check in malah sekarang nggak ada petugasnya selain sebuah alat elektronik, kecuali yang bawa bagasi masih harus antri di loket biasa.
Jadi ya siap-siap panik bagi yang buta huruf...!
mungkin karena masih terbilang baru diberlakukan alat itu, jadi ada 1 petugas khusus mengawal kalau nggak salah ingat 4 buah alat check in elektronik itu.

Aku juga ambil koran serius die Zeit, Frankfurter Allgemeine, dan Süddeutsche Zeitung, walaupun bisa dipastikan tidak paham isinya, paling tidak keliatan intelek..hehe..
Soal nama koran die Zeit dalam bahasa Indonesia namanya waktu, entah karena kebetulan atau sengaja nama itu kurang lebih sama artinya dengan pers penting Times-majalah dari Amerika, Tempo dari Indonesia, ku jadi punya ide nama kalau suatu saat bikin penerbitan ..KALA...

Perjalanan yang cuma 45 menit menggelembungkan volume dada, sepanjang perjalanan aku tak bisa berhenti untuk tersenyum seolah baru lulus ujian sekolah atau dapat lotere..
yang jelas ada perasaan menang atau apalah...mungkin memang menang juga karena dari seluruh warga RT di kampungku, adalah aku yang pertama kali terbang ke Paris...

Bangga membutakan mata....
pesawat Landing di Charles de Gaulle, utara Paris kota impian.
Begitu keluar dari pesawat langsung terasa aroma khas sebenarnya kota Paris, lebih mirip Jakarta secara ekstrimnya. Petugas yang banyak dan masih bisa dihitung yang bisa berbahasa internasional-kalah sama tukang becak malioboro, jalur keluar yang berliku-liku tanpa petunjuk yang jelas yang berujung di lorong labirin kaca tembus pandang yang membingungkan...untuk mengurangi ketegangan ku pergi ke toilet.
Begitu keluar toilet kenyataan masih sama, kacaunya peletakan petunjuk dan petanda plus ramainya suasana membikin lambat perjalanan untuk segera keluar dari labirin CGU. Masih untung juga ku nggak bawa bagasi karena pasti lebih bingung lagi cari tempat claimnya.

Akhirnya sampai juga di ruangan yang berpintu lagi-lagi banyak, setelah pelajari situasi dan peta yang disediakan di konter pariwisata, ternyata masih harus keluar menuju kereta bandara seperti shuttle bus kalau di cengkareng. Dari kereta itu menuju terminal yang disambungkan dengan stasiun kereta yang membelah kota Paris, tarifnya plafon jadi sama rata sama rasa, jauh dekat sama aja terserah di stasiun mana mau turun...
Aah..panjang juga tulisan ini sebaiknya disambung lain kali aja ya....

sm

Sunday, 23 May 2010

The Da Vinci Code in Paris


Paris adalah kota super romantis kata cerita angin yang masuk ke indera pendengaranku. Selanjutnya saking indahnya diberlakukan istilah Parisj van Java untuk kota Bandung yang sedianya mau dijadikan ibukota baru Hindia Belanda setelah kota Batavia terlalu padat.
Sudah banyak karya film, puisi, prosa juga lagu yang mengumandangkan suasana syahdunya ibukota Perancis ini. Makin asoy.. geboy.. jika backgroundnya menara Eiffel, menara besi yang sampai sekarang masih yang tertinggi di pinggir sungai Seine yang sepanjang tahun selalu ramai dikunjungi oleh turis. Melebihi perkiraan sebenarnya menara tersebut itu bisa bertahan sampai sekarang, padahal awalnya diperkirakan hanya akan bertahan 10o-an tahun bahkan oleh artsiteknya sendiri yaitu pak Eiffel.
Paris juga punya Louvre, sebuah museum besar berdiri megah di atas bekas reruntuhan Burg terletak di pinggir sungai Seine juga, yang memiliki koleksi ya ampun buaaanyaknya, meliputi artefak dari jaman Messopotamia, Mesir, Yunani sampai jaman industrial masa kini, butuh sepasang kaki yang tangguh untuk meng-khatam-kan semua koleksinya...
Terutama sekali yang menjadi menu wajib pengunjung di Louvre adalah lukisan yang berjudul Monalisa dari seniman renaisance jenius yang multi talent, pengidap asam urat, konon kabarnya adalah Gay dari Italia Leonardo da Vinci, apalagi setelah belum lama diterbitkan sebuah novel Davinci Code dari Dan Brown yang cukup menghebohkan walaupun filmnya kurang berhasil. Untuk lukisan Monallisa yang mempunyai senyuman misterius tersebut telah disediakan tempat display yang khusus untuk menghidari kemungkinan yang terburuk (pernah hilang dicuri)misalnya dengan adanya kawat pagar berjarak 5 meter dari karya karena begitu banyaknya orang yang ramai berebutan ingin mengapresiasi lukisan cat minyak yang berukuran mini dibandingkan karya seni kontemporer seniman muda yang lagi laris di bumi pertiwi, lukisan tersebut cuma sebesar 50x70 cm, namun kabarnya karya tersebut merupakan karya kesayangan dari pelukisnya sendiri, karena konon lukisan tersebut selalu dibawa kemanapun mbah da Vinci mengembara sampai benar-benar selesai dikerjakan. Selain penikmat karya seni lukis yang serius, terdapat juga pengunjung yang menurutku prosentasinya lebih besar, hanya sekedar mengabadikan dirinya berdekatan dengan lukisan yang sangat terkenal itu.
Dasar orang banyak!, entah nggak tahu atau nggak peduli.., sangat jelas tertulis juga terdapat ikon di sudut-sudut museum bahwa pengunjung diperbolehkan memotret asal tidak memakai kilat atau flash-blitz, yang terjadi di lokasi di mana lukisan Monalisa digantung suasananya lebih mirip ketika terjadi pemutaran perdana sebuah film di mana terdapat karpet merah yang dilewati para selebritis dan insan perfilman dengan beribu flash gemerlapan menyambar dari kamera fotografer....clap..clap...meriah tentu saja...tak lupa jari membentuk simbol V terus deretan gigi entah yang tonggos berkawat atau yang kuning nikotin musti dipertontonkan!
Kota Paris bisa dibilang beruntung ketika perang dunia kedua berkecamuk, kebetulan waktu jatuh ketangan Nazi Jerman, nasib kota dan bangunannya tidak mengalami kerusakan yang berarti, sehingga sampai sekarang kita masih bisa menikmati hasil karya arsitek jaman baheula, tentu saja yang masih terawat dengan baik.
Paris..oh ..paris...masih banyak kata yang akan berlanjut...
sm

Monday, 17 May 2010

Di Berlin


Lelaki tengah baya
sendiri di bangku panjang kereta listrik
seraya luruskan kakinya di lorong S-bahn yang sempit
jambang jarang, nampak bekas jerawat di wajah
tapi nggak separah buah mengkudu
pakai tindik 3 tingkat telinga kiri
dahinya terlindungi sedikit lekukan topi kain doreng tentara gurun
jaket jeans kelabu tak dikancingkan, kaos oblong bergabar artis tak terkenal,
celana kanvas hijau luntur belel di lutut dan tumit
sepatu kets warna putih tua dengan serabut di bagian tertentu
coklat abu sorot matanya sesekali melirik orang waspada

takut ada petugas periksa karcis!! denda lumayan kalau kena..

tangannya keluar masuk plastik kresek besar bertuliskan Karstadt
dengan alat produksi gunting kecil bergagang plastik warna oranye aus
sibuk memotong, merangkai tanpa ikebana sejenis bunga Mei
dan menyusunnya lagi serapi bisa ke dalam plastik nama sebuah Mal
biar tidak rusak hasil kreasi dan mudah berganti sent
sambil sesaat selagi mau menenggak bier
botol tanggung coklat yang aman di pangkuan

ada orang yang baru masuk dan duduk di seberangnya
arah selonjor kaki orang tengah baya itu pindah arah
potongan-potongan tangkai yang menurutnya tidak estetis
kocar-kacir di sekitar sepatunya

julius leber brücke kereta berhenti
aku tak sempat lagi melihat kejadian apa selanjutnya

sm